Admin Website BDK Surabaya
2015-12-07 01:12:28

Oleh: Hj. Mamik Syafaah

Sudahkah kita mengenal diri kita sendiri? Sebelum kita mengenal diri orang lain, hendaklah kita mengenal diri kita sendiri, karena "man 'arofa nafsahu 'arofa Robbahu" (barangsiapa mengenal dirinya, maka kenal juga akan Tuhannya). Itulah kata-kata hikmah yang ada dalam "tasawwuf".
Sebagaimana kita ketahui, bahwa cendela diri kita menurut Jhohari Window terbagi menjadi empat bagian, yaitu:
Open Area (Daerah Terbuka)
Daerah terbuka ini adalah daerah yang sama-sama kita tahu, saya tahu dan orang lain boleh tahu. Misalnya: nama, alamat, orang tua, dan lain-lain.
Hidden Area (Daerah Tersembunyi)
Daerah tersembunyi ini adalah daerah rahasia kita (privacy kita), saya tahu tapi orang lain tidak boleh tahu. Misalnya: aib kita, kekurangan/kelemahan kita, dan apa saja yang menjadi rahasia pribadi.
Blind Area (Daerah Buta)
Daerah buta adalah daerah dimana hal-hal yang tidak kita ketahui tapi orang lain yang tahu, dengan kata lain saya tidak tahu tp orang lain yang tahu. Misalnya: jalan kita, gaya kita, intinya kita tidak bisa menilai diri kita sendiri kecuali orang lain yang bisa menunjukkan perilaku kita. Jadi, kita perlu bantuan orang lain untuk memberikan masukan atau saran atau koreksi dari agar kita bisa memperbaiki diri kita yang kurang benar. Ada pepatah mengatakan "gajah di pelupuk mata tiada tampak tapi kuman di seberang lautan tampak". Karena kita sadar bahwa "al-Insan Mahallul khatha' wannisyaan" (manusia itu tempatnya salah dan lupa).
Dark Area (Daerah Gelap)
Daerah gelap adalah daerah dimana kita sama-sama tidak tahu dan hanya Allah swt Yang Maha Tahu. Misalnya: hidup dan mati seseorang, rizki, jodoh, dan nasib/taqdir.

Setelah kita mengenal diri kita, maka juga harus mengetahui juga tentang tipologi kita masing-masing. Kita ini termasuk tipologi yang mana, mari kita simak macam-macam tipologi manusia.
Ada empat pembagian tipologi manusia menurut "Hipocrates", dan dalam tulisan ini akan kami sampaikan empat tipologi dan ciri-cirinya masing-masing, diantaranya:


1. Tipe A (Sanguinis: Si Populer)
Ciri-ciri: Extrovet, Pembicara, Optimis
Kondisi-kondisi yang teramati:
a. Kondisi Emosi
Suatu bentuk gambaran pribadi yang menarik, ia senang/suka berbicara meramalkan dan menghidupkan pesta. Rasa humornya hebat. Ia memiliki ingatan yang kuat pada warna. Secara fisik ia memang seorang yang dapat memukai orang lain. Cenderung emosional dan demonstratif dalam menyampaikan suatu pendapat. Antuasia dan ekspresif, periang dan penuh semangat. Kehidupannya penuh rasa ingin tahu. Terkesan lugu dan polos, tidak suka berpolitik. Ia hidup dimana sekarang, berhati tulus hingga bahkan terkesan selalu kekanak-kanakan. Ia memang menikmati masa kanak- kanaknya.
b. Sebagai Orang Tua
Sosok yang selalu membuat suasana rumah menyenangkan, ia disukai oleh teman-teman anak mereka. Ia dapat mengubah bencana dan masalah menjadi suatu humor yang ditertawakan bersama. Ia ibaratnya memang seorang pemimpin kelompok sirkus.
c. Perilaku Dalam Kerja
Seorang yang ringan tangan dan secara sukarela senang membantu pekerjaan orang lain. Ia juga senang memikirkan variasi kegiatan-kegiatan baru. Tampak hebat di permukaan, ia terkesan kreatif dan inovatif, karena ia memang punya energi dan antusiasme untuk hal itu. Ia cenderung selalu memulai sesuatu dengan cara-cara yang cemerlang sehingga mengilhami orang lain untuk ikut serta dan mempesona orang lain untuk turut bekerja dengannya.
d. Sebagai Teman
Suatu sosok yang mudah berteman, mencintai rang lain dan suka dipuji. Ia tampak menyenangkan, tidak pendendam dan cepat meminta maaf. Namun, ia mudah dicemburui orang lain. Ia berusaha kuat untuk mencegah terjadinya kegiatan yang membosankan, ia memang menyukai kegiatan-kegiatan yang spontan.

2. Tipe B (Koleris: Si Kuat)
Ciri-ciri: Extrovert-Pelaku-Optimis
Kondisi-kondisi yang teramati:
a. Kondisi Emosi
Suatu bentuk gambaran pribadi yang kuat, berbakat mengatur dan memimpin orang lain. Seorang yang dinamis dan aktif sehingga ia membutuhkan perubahan-perubahan yang dinamis pula. Seorang yang tiada henti berusaha improvement terhadap semua permasalahan diri dan orang lain. Ia memang seorang yang berkemauan kuat dan dapat bersikap tegas. Tidak mudah menjadi emosional dan tidak mudah patah semangat. Ia suatu bentuk pribadi yang bebas dan dapat mandiri. Memancarkan keyakinan untuk bisa menjalankan apa saja yang ia rencanakan.
b. Sebagai Orang Tua
Sosok yang selalu memberikan pengaruh kepemimpinan yang kuat, iaa menetapkan sendiri tujuan kegiatan. Memotivasi keluarga untuk juga aktif dalam lingkungannya dan mengorganisir keluarganya agar selalu efektif.
c. Perilaku Dalam Kerja
Seorang yang berorientasi pada target. Cenderung melihat seluruh gambaran makro permasalahan dan kurang peduli pada hal-hal yang detail. Ia seorang yang terorganisir dan mengorganisir dirinya dengan baik. Selalu mencari pemecahan praktis agar dapat bergerak cepat untuk bertindak. Ia terbiasa mendelegasikan pekerjaan dan menekankan pada hasil atau target yang telah ditentukan. Ia merangsang orang lain untuk bergerak. Ia memang seorang yang berkembang karena persaingan
d. Sebagai Teman
Suatu sosok yang cenderung tidak terlalu perlu teman. Perilaku atau responnya lebih disebabkan karena keinginan untuk mengatur dan memimpin orang lain. Ia memang memiliki kebutuhan yang tinggi untuk mengorganisir orang lain. Biasanya ia selalu benar dan dapat menunjukkan keunggulannya dalam keadaan darurat.

 

3. Tipe C (Melankolis: Si Sempurna)
Ciri-ciri: Introvet-Pemikir-Pesimis
Kondisi-kondisi yang teramati:
a. Kondisi Emosi
Suatu bentuk gambaran pribadi yang selalu penuh perhatian secara mendalam dan penuh pikiran yang analitis. Ia serius dan tekun, cenderung cerdas berbakat hebat dan kreatif. Ia dapat mmiliki bakat artistik, musikal, filosofi dan puitis. Dasarnya ia memang menghargai keindahan. Perasa, mudah beremphati pada orang lain. Suka berkorban dengan penuh kesadarannya dan ia memang seorang yang idealis

b. Sebagai Orang Tua
Sosok yang selalu menetapkan standar tinggi, ingin segalanya dilakukan dengan benar. Ia menjaga rumah agar selalu rapih dan rela selalu merapikan barang-barang anaknya. Ia selalu mendorong kegiatan peningatan kemampuan intelegensi dan bakat
c. Perilaku Dalam Kerja
Seorang yang berorientasi pada jadwal, perfeksionis, berstandar tinggi dan sadar aan pentingnya perincian-perincian (detail) data. Ia memang gigih dan cermat, tertib serta terorganisir. Ia teratur dan rapi. Sudut pandangnya cenderung ekonomis dan ia mampu melihat masalah dan menemukan pemecahannya secara kreatif. Ia selalu punya kebutuhan untuk menyelesaikan apa yang dimulainya. Ia suka pada bentuk-bentuk diagram, grafik, bagan dan daftar.
d. Sebagai Teman
Suatu sosok yang berhati-hati dalam berteman. Sebenarnya ia udah dapat puas berada di "belakang layar", karena ia memang cenderung menghindari perhatian. Seorang yang setia dan berbakti, mau mendengar keluhan dan bisa memecahkan masalah orang lain. Pada dasarnya, ia sangat memperhatikan orang lain, ia mudah terharu pada air mata, penuh belas kasihan. Dan ia mencari pasangan hidup yang ideal.

 

4. Tipe D (Phlegmatis: Si Damai)
Ciri-ciri: Introvet-Pengamat-Pesimis
Kondisi-kondisi yang teramati:
a. Kondisi Emosi
Suatu bentuk gambaran pribadi yang rendah hati. Ia mudah bergaul, santai dan rilex serta cenderung "easy going" dalam menghadapi masalah. Cenderung diam, tenang dan mampu bersabar serta penuh keseimbangan. Hidupnya memang konsisten, ia lebih menyukai status quo yang dari pada perubahan-perubahan yang terlalu dinamis. Ia seorang yang tenang dan cerdas. Simpatik dan baik hati. Ia pandai menyembunyikan emosinya dan bahagia menerima kehidupannya secara apa adanya. Buatnya hidup itu harus serba guna dan berguna buat diri sendiri dan orang lain.
b. Sebagai Orang Tua
Sosok yang menggambarkan orang tua yang baik, ia selalu menyediakan waktu cukup bagi anak-anaknya. Tidak mudah tergesa-gesa dan sabar dalam menghadapi masalah. Ia mampu mengambil yang baik dari kondisi yang buruk. Ia orang tua yang tidak mudah marah.
c. Perilaku Dalam Kerja
Seorang yangcakap dan mantap, ia damai dan mudah sepakat. Punya kemampuan administratif untuk mencatat gerak rutinitas yang ada. Ia cenderung menjadi penengah permasalahan, menghindari konflik dan mampu tetap baik dan penuh kewajaran meskipun di bawah tekanan. Ia menjadi relatif mudah menemukan cara-cara pemecahan yang dapat diterima banyak orang
d. Sebagai Teman
Suatu sosok yang mudah diajak bergaul, ia memang seorang yang meyenangkan karena ia tidak ska menyinggung orang lain. Ia pendengar yang baik, selera humornya menggigit dan tinggi. Ia pandai memperhatikan orang lain, ia memiliki banyak kawan dan memiliki belas kasihan dan perhatian yangtulus pada kawan.

Dari macam-macam tipologi di atas, maka kita dapat mengetahui bahwa diri kita ini termasuk dalam tipologi yang mana, hanya diri kita sendiri yang tahu. Semoga tulisan dalam artikel ada manfaatnya bagi pembaca, amin. (Syafa)