Berita


PBSDP
2017-10-04 01:51:29
DIKLAT PAI SMP DAN PUBLIKASI ILMIAH DIBUKA OLEH KEPALA KANWIL

BDKSURABAYA.kemenag.go.id –  Diklat Teknis Substantif Peningkatan Kompetensi Publikasi Ilmiah bagi Guru Madrasah Aliyah dan Diklat Teknis Fungsional Peningkatan Kompetensi  Guru Mapel PAI SMP Tingkat Menengah  yang diselenggarakan di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Syamsul Bahri (04/10/2017).



Dalam pidatonya Kepala Kanwil menjelaskan bahwa  setiap ASN Kemenag apapun profesinya  haruslah  mempunyai kompetensi yang cukup sehingga  tidak akan  melakukan  malpraktik dalam menjalankan tugasnya. Untuk itu,  setiap guru perlu menyadari  kompetensinya masing-masing.  Ketika  kompetensinya masih kurang maka  mereka harus terus belajar. Menurutnya, diklat adalah salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi  guru.



Dalam pandangannya, guru perlu mempunyai kompetensi di bidang publikasi ilmiah.  Mereka perlu mengetahui bagaimana cara menulis yang baik agar  dapat dipublikasikan. Di samping hal tersebut bisa dipakai untuk kenaikan pangkat,  menulis juga sebagai  media pengembanagan diri guru.  “Yang tidak biasa menulis, belajarlah menulis, salah tak apa-apa. Seorang Dahlan Iskan kuliahnya gagal, tapi sukses dalam menulis,  karirnya cemerlang,  pnyai inisiatif dan tulisannya tajam,” ujar Kepala Kanwil.



Sedangkan kepada guru PAI, Kepala Kanwil berpesan agar mereka terus belajar melalui berbagai media, belajar melalui lingkungan,  internet dan sumber belajar lainnya.  Selain konten materi Agama Islam, guru juga perlu belajar dengan memprluas pengetahuan, mencari asbabul wurud dari hadits atau asbabul kisahnya sehingga pengetahuan yang dimiliki cukup untuk melakukan transfer knowledge kepada  para siswanya.



 Upacara pembukaan yang dihadiri oleh Kepala BDK Surabaya, Muchammad Toha, pejabat eselon IV, koordinator widyaiswara, panitia dan peserta tersebut  diakhiri dengan penyematan tanda peserta dan pembacaan do’a. Direncanakan kedua diklat tersebut akan berakhir 10 hari mendatang.(AF).