Berita


Redaktur Web
2019-04-01 10:23:28

BDKSURABAYA – Diklat di wilayah kerja (DDWK)  kembali digelar Balai Diklat Keagamaan Surabaya di daerah. Terdapat 6 daerah yang menjadi tempat penyelenggaraan diklat, yaitu  Bojonegoro, Kediri, Situbondo, Jember, Gresik dan Lumajang.  Diklat yang diikuti oleh 210 Apratur Sipil Negara (ASN) tersebut bertempat di Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) setempat. (01/04/2019).


Terdapat tiga jenis diklat yang diselenggarakan di daerah, yaitu Diklat Teknis Substantif (DTS) Kompetensi Penyuluh Agama Non PNS yang diselenggarakan Kab. Bojonegoro dan Kediri, DTS Komoetensi  Penilaian Pembelajaran bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah yang dilaksanakan di Situbondo dan Jember serta  DDWK Pelayanan Publik yang digelar  di Gresik dan Lumajang.


Kegitan yang secara umum bertujuan untuk menigkatkan kompetensi ASN tersebut rata-rata dibuka oleh Kepala Kankemenag setempat, kecuali yang berhalangan hadir.  Ketika menyampaikan sambutan pengarahan, rata-rata Kepala kankemenag menyampaikan bahwa diklat di wilayah kerja  sangat penting artinya bagi ASN di Kemenag., karena dengan mengikuti  diklat, ASN akan meningkat komptensinya baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan maupun sikap mental. Usai mengikuti diklat, dalam pandangan Kepala Kankemenag, peserta akan lebih meningkat kinerjanya sehingga akan berdampak pada peningkatan kinerja lembaga. Mereka akan lebih professional dalam bidangnya dan mampu memberikan pelayanan publik dengan baik.


Seperti yang disampaikan oleh Abdul Kholiq Nawawi, Kasi Bimas Islam Kankemenag Kab. Kediri, ketika membuka DTS Kompetensi Penyuluh Agama Non PNS di Kankemenag Kab. Kediri. Ia memandang bahwa diklat bagi penyuuh adalah sangat tepat karena para penyuluh Non PNS akan meningkat pengetahuannya terutama dalam bidang kepenyuluhan sehingga mampu memberikan penyuluhan agama pada masyarakat dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.


Diklat tersebut direncanakan akan berakhir pada 6 April  mendatang. Selama proses diklat, peserta akan mendapatkan materi dasar, inti dan penunjang sesuai dengan jenis diklat yang diikuti. (AF).