Berita


PBSDP
2017-09-19 01:58:20
KEPALA KANWIL KEMENAG PROVINSI JATIM  BUKA DIKLAT PUBLIKASI ILMIAH

BDKSURABAYA.kemenag.go.id -  Diklat Teknis Substantif Peningkatan Kompetensi Publikasi Ilmiah bagi Guru Madrasah Ibstidaiyah (MI)  dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang diselenggarkaan di Balai Diklat Keagamaan Surabaya dbuka oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Syamsul Bahri (19/09/2017).


Pada sambutan pengarahannya  Kepala Kanwil menjelaskan bahwa sebagai guru perlu  terus belajar, baik yang bersumber dari pendidikan formal maupun non formal. Belajar dalam pandangannya akan mampu merubah seseorang menjadi lebih baik dan lebih kompeten dalam bidangnya.  Bahkan hal tersebut diperintahkan dalam Al Quran. Seseorang akan bisa berubah jika dia sendiri yang merubahnya. Maka belajar menurutnya adalah usaha untuk merubah kondisi seseorang .


Di samping itu, dalam pandangannya guru diharapkan mempunyai kemampuan di bidang karya tulis dan bisa dipublikasikan. Namun tulisan tersebut adalah tulisan yang memang dikuasainya atau sesuai dengan kompetensinya. Tidaklah logis jika seorang guru menulis  sesuatu yang bukan ahlinya dan tidak terkait dengan tugasnya karena hasil tulisannya akan diragukan. Dalam mengajar pun  guru idealnya tidak missmatch atau mengajar yang bukan dalam bidangnya.


Kreativitas seorang guru  madrasah saat ini juga menjadi sorotan Kepala Kanwil. Dalam penjelasannya  guru madrasah dituntut untuk  mengajar dengan kreativitas yang tinggi. Mereka diharapkan tidak hanya membaca teori dan mengajarkan kepada murid-muridnya, tetapi juga  harus bisa menganalisa permasalahan di bidangnya atau bahkan menemukan sesuatu yang baru.


Dalam akhir sambutannya Kepala Kanwil berpesan agar guru dapat menyampaikan materi kepad para muridnya dengan baik. Ia mampu menguasai kelas dan  menjadi guru yang dirindukan  sehingga  ketidakhadirannya menjadi sebuah kerugian  bagi murid-muridnya.


Pembukaan Diklat yang diikuti oleh 70 guru MI dan MTs, pejabat eselon IV, widyaiswara dan panitia penyelenggara tersebut diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh slaah seorang peserta diklat (AF).