Berita


Redaktur Web
2018-06-22 13:38:55
SRI REJEKI: DIPERLUKAN INTERAKSI YANG BAIK DALAM  KERJA KELOMPOK

BDKSURABAYA – Lingkungan kerja selalu sarat dengan proses sosial antar pegawai  yang terlibat di dalamnya. Hubungan kerja sama antar pegawai adalah sebagai proses sosial  antar 2 orang atau lebih Apalagi jika mekanisme sebuah pekerjaan harus diselesaikan secara kelompok. Maka proses sosial tersebut selalu ada. Proses tersebut akan bisa optimal jika mereka mempunyai interaksi yang baik. Demikian penjelasan Sri Rejeki, Aparatur Sipil Negara balai Diklat Keagamaan Surabaya. (22/06/2018)



Bagi Sri, interaksi yang baik menjadi modal sosial dalam kerja kelompok.  Dalam pandangannya, interaksi yang berkualitas  akan mampu menekan timbulnya konflik interpersonal yang bersifat destruktif. Konflik dalam lingkungan kerja, menurut Sri seringkali muncul akibat kurang harmonisnya interaksi antar anggota kelompok. Padahal untuk membentuk kelompok yang kompak dengan kinerja yang tinggi sangat dibutuhkan interaksi yang berfungsi untuk membicarakan masalah bersama. Kurang harmonisnya interaksi antar  rekan kerja dalam kelompok akan menjadi hambatan dalam mencapai tujuan bersama.



Begitu pentingnya peran interaksi dalam setiap proses kerja sama, Sri berusaha sebaik mungkin menampilkan sikap dan perilaku yang menyenangkan. “Diperlukan interaksi yang baik dalam kerja kelompok,” ujarnya. Tujuannya agar rekan kerja menanggapinya dengan baik pula. Ia menjelaskan bahwa interaksi dengan rekan sekerja akan menjadi proses timbal  balik yang saling menguntungkan. Di dalamnya akan terjadi proses pertukaran sumber daya, apakah hal itu berujud hasil pekerjaan, sikap saling menguatkan atau hanya sekedar uangkapan pujian atau penghargaan kepada teman.



Dalam penjelasan Sri, untuk selalu menjaga interaksi yang baik, diperlukan kondisi lingkungan sosial yang sehat, artinya perlu ada budaya organisasi yang memberikan dukungan terhadap terciptanya interaksi yang baik antar  pegawai. Tanpa hal itu, interaksi yang baik hanya akan menjadi harapan tanpa sebuah kenyataan. (AF).