Berita


PBSDP
2017-07-11 02:32:06
SEKRETARIS BADAN JELASKAN BAHWA PENJAMIN MUTU MADRASAH BERADA DI TANGAN PENGAWAS

BDKSURABAYA.kemenag.go.id – Sekretaris Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, Rohmat Mulyana Sapdi, menjelaskan bahwa pengawas berfungsi sebagai  kontrol terhadap  mutu pendidikan di madrasah. Penjelasan tersebut disampaikan ketika membuka Diklat Teknis Fungsional Pembentukan Jabatan Pengawas Angkatan I dan II di Balai Diklat Keagamaan Surabaya (11/07/2017).


Selanjutnya ia mengemukakan bahwa  didalam dunia pendidikan ada tiga  fungsi pokok yang saling berkaitan (trias paideia) yaitu pertama, standard setting (penyusunan standar) yang dibuat berdasarkan peraturan seperti adanya 8 standar pendidikan nasional. Kedua, standard implementing (penerapan standar) yang dijalankan oleh sekolah, masyarakat dan pemerintah. Menurut Rohmat,  idealnya yang menyusun standar adalah badan independen seperti Badan Standarisasi Nasional Pendidikan. Ketiga, standard controlling (pengawasan standar). Untuk fungsi ketiga ini, menurutnya jika di sekolah umum dipegang oleh LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) sedangkan di madrasah dipegang oleh pengawas.

Pengawas saat ini menurut pandangan Rohmat, perlu  mengubah paradigma kepengawasan. Jika dulu pengawas dianggap sebagai orang yang mencari masalah, maka saat ini  pengawas adalah sosok yang bisa memecahkan masalah dan memberikan solusi guru sehingga pendekatan yang dipakai pengawas dalam melakukan pengawasan adalah pendektaan humanistik, konstruktif dan kolaboratif. Menurut Rohmat, mereka diharapkan  menjadi orang yang lebih bisa mendengar guru. Keterampilan sebagai pendengar adalah keterampilann  yang perlu dimiliki oleh seorang pengawas karena bisa jadi  guru mempunyai pengetahuan yang lebih dibandingkan pengawasnya. Maka dalam praktik pengawasan di madrasah diharapkan pengawas menghindari kata-kata yang negatif dan bersifat menggurui guru.


Pada akhir sambutannya Sekretaris Badan berpesan agar pengawas  bisa mempunyai ilmu  dan seni kependidikan. Ilmu pendidikan diperoleh dari pendidikan formal, sedangkan seni dalam mendidik muncul dari pengalaman. Ia juga berpesan agar pengawas meningkatkan kemampuan dalam menulis karya ilmiah dan  bisa memadukan antara sains dan agama.

Diklat yang diikuti oleh 70 rang calon pengawas yang rata-rata sebagai guru tersebut akan berlangsung selama 15 hari.(AF).