Berita


PBSDP
2017-12-06 04:08:32
TOHA: SESEORANG HENDAKNYA BISA MELEPASKAN EGONYA

BDKSURABAYA.kemenag.go.id -  Ego seringkali menjadi hambatan bagi seseorang untuk menerima sesuatu yang baru, ide baru, nilai-nilai baru atau  sebuah kebaikan yang bersumber norma  atau  ajaran agama, demikian pandangan Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muchammad Toha.





Menurutnya ego yang tinggi dari seseorang akan menyebabkan sulitnya seseorang menerima pendapat orang lain meskipun pendapat tersebut  mengandung kebenaran. Maka ketika berada dalam sebuah  lembaga, tipe orang seperti itu sulit diajak kerja sama atau bahkan menjadi penghambat kemajuan organisasi. “Hendaknya seseorang bisa melepaskan egonya,” ujar Toha. Ia melanjutkan bahwa ketika kita bisa melepaskan ego, mengosongkan diri, ibarat gelas kosong yang siap menerima air,  maka  power ilahiyah akan muncul, sehingga akan menjadi pribadi yang sholih, dan perilakunya bersandar pada nilai-nilai agama.





Ketika seseorang telah mengosongkan dirinya, maka ia akan mudah menerima kebenaran,  bisa diajak bekerja sama untuk  ikut membangun serta memajukan lembaga. Ia juga bisa menerima kekurangan dan kelebihan orang lain, dan menganggap orang yang lebih pintar bukan sebagai pesaing, namun sebagai rekan kerja yang  mampu mempercepat proses pembelajaran dalam organisasi. Dalam pandangannya setiap ASN perlu terus belajar untuk menjadi yang terbaik di mana keberadaannya akan menjadi penyumbang kemajuan lembaga.(AF).