Berita


Redweb
2018-04-02 11:39:06
DIKLAT RPP DAN REVOLUSI MENTAL DIBUKA SERENTAK DI 8 WILAYAH

BDKSURABAYA – Balai Diklat Keagamaan Surabaya  membuka 8 angkatan diklat di wilayah kerja (DDWK) dengan total peserta  280 orang.  Diklat tersebut  dilaksanakan  di Kankemenag Kab. Magetan, Trenggalek, Pasuruan, Gresik, Malang, Probolinggo, Blitar dan Kab. Lamongan. (02/04/2018)



Kegiatan yang dibiayai dari dana DIPA tersebut terdiri dari Diklat Teknis Substantif Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) bagi Guru MTs  sebanyak 5 angkatan  yang diselenggarakan di Kankemenag Kab. Gresik, Malang, Probolinggo, Blitar dan Lamongan. Sedangkan   DDWK Revolusi Mental bagi ASN dalam  Membangun Budaya Kerja Pelayanan sebanyak 3 angkatan yang dilaksanakan di Kankemenag Kab. Magetan, Trenggalek dan Kota Pasuruan. Pada tiap angaktan diikuti oleh  35 peserta yang berasal dari Kankemenag setempat.



                Diklat yang akan berlangsung selama 6 hari untuk diklat RPP dan  5 hari untuk  DDWK revolusi mental tersebut  rata-rata dibuka kepala Kankemenag setempat dengan upacara pembukaan. Seperti  diklat di Kankemenag Kab. Bitar.  Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Kankemenag Kab. Blitar, Suhadi. Dalam sambutannya ia menjelaskan bahwa  posisi Balai Diklat Keagamaan Surabaya sangat penting artinya bagi peningkatan kompetensi Apratur Sipil Negara di lingkungan Kemenag. Kiprah Balai Diklat Keagamaan Surabaya dalam pandangannya  sangat dinantikan oleh para guru madrasah.



Dalam pandangannya, seorang guru perlu terus memperbarui ilmu pengetahuannya agar mampu menjawab tantangan jaman, khususnya di dunia pendidikan. Saat ini kemajuan ilmu pengetahuan demikian pesatnya sehingga ketika tidak mengikutnya, pengetahuan yang dimiliki menjadi kurang update. Maka profesi sebagai guru madrasah dituntut tanggap terhadap perkembangan iptek dan terus meningkatkan diri dengan cara belajar dari berbagai sumber.



Di samping itu, diklat yang dilaksanakan di wilayah kerja menurutnya akan mempunyai daya tarik tersendiri bagi pesertanya karena mereka tidak perlu meninggalkan keluarga untuk mengikuti diklat.



Semua peserta, baik diklat RPP maupun revolusi mental akan mengikuti proses pembelajaran dengan pendekatan andragogi dengan materi sesuai  kurikulum dan silabus dari masing-masing diklat. (AF)