Berita


Redaktur Web
2018-11-27 15:30:51

BDKSURABAYA – Diklat Teknis Substantif Penyusunan Bahan Ajar   yang diselenggarakan di Kankemenag Kab. Jombang, cukup menyedot perhatian peserta. Setelah hari pertama diisi dengan pembukaan, berlanjut dengan  materi building, learning and commitment dan pembangunan bidang agama, pada hari kedua  peserta  mengikuti materi prinsip-prinsip penyusunan  bahan ajar dan analisis kebutuhan bahan ajar. (27/11/2018).


Materi yang disampaikan oleh Ninik Supriyati dan Miftakhul Anwar tersebut memberikan pemahaman kepada peserta diklat tentang prinsip yang perlu dipedomani oleh guru dalam menysusun bahan ajar, sekaligus memahami tentang manfaat yang akan diperoleh dari bahan ajar tersebut. Sedangkan analisis kebutuhan bahan ajar  menjelaskan tentang bagaimana urutan atau tahapan dalam  memilih bahan ajar dan apa cakupan dari bahan ajar tersebut.


Ninik menyampaikan bahwa dalam menyusun bahan ajar hendaknya memperhatikan prinsip relevansi, artinya bahan ajar tersebut harus berkaitan dengan  pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Jika kompetensi dari pelajaran IPS adalah mengenal pasar, misalnya, maka  bahan ajar harus berupa deskripsi dan fakta tentang pasar tersebut. 


Di samping itu, perlu ada konsistensi antara kompetensi dasar dengan bahan ajar. Jika kompetensi dasar adalah agar siswa bisa menguasai penambahan dan pengurangan dalam matematika, maka bahan ajarnya juga mencakup teknik penambahan dan pengurangan bilangan. Selanjutnya dalam penjelasan Ninik, sebuah bahan ajar perlu memperhatikan prinsip ketuntasan dan kucukupan. Bahan ajar yang baik harus cukup membantu siswa dalam mencapai kompetensi dasar dan materinya harus tuntas.


Sedangkan Anwar menerangkan tentang analisis yang perlu dilakukan guru dalam menyusun bahan ajar yang terdiri dari langkah-langkah dalam memiilh bahan ajar, cakupan dan ururtan bahan ajar, teknik penyusunan bahan ajar dan anlisis penyusunannya. 


Untuk menganalisis bahan ajar, menurutnya pertama kali adalah menentukan dulu standar kompetensi atau kompetensi dasar, selanjutnya dituliskan indikator pencapaian. Setiap indikator tersebut menggunakan uraian materi agar siswa mampu belajar dan menjadi wadah siswa dalam belajar.  Selanjutnya mengembangkan kegiatan pembelajaran, menentukan sumber pembelajaran dan terakhir  menetukan jenis bahan ajar yang akan dibuat, apakah berupa lembar kerja siswa, lembar diskusi atau yang lain sehingga tercipta bahan ajar yang bisa dipraktikkan di kelas. (AF)