Berita


Redaktur Web
2019-01-16 13:40:54

BDKSURABAYA -  Evaluasi pasca diklat (EPD) adalah sebuah tahapan dalam diklat yang berfungsi untuk mengevaluasi atau menilai tingkat keberhasilan diklat, khususnya pengaruh kegiatan diklat terhadap kompetensi alumni diklat. Menurut rata-rata Aparatur Sipil Negara (ASN) Balai Diklat Keagamaan Surabaya, EPD adalah tahapan yang tak terpisahkan dari diklat. (16/01/2019)



Menurut Aziz, ASN yang bertugas di bagian publikasi menguraikan bahwa EPD bukanlah kegiatan yang terpisah dari diklat sehingga menjadi proses penting yang harus dilalui. “Perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi diklat menjadi proses yang utuh dan tak terpisahkan, karenanya keempat proses tersebut perlu dilalui agar  sebuah kediklatan sesuai dengan tujuannya,” ujarnya. Baginya jika sebuah kegiatan diklat  dilakukan tanpa evaluasi maka akan terasa pincang. Evaluasi menurutnya bisa dilaksanakan pada saat proses diklat dan setelah diklat. Tujuannya untuk menilai apakah pelaksanaan diklat sesuai dengan standar  yang telah ditetapkan.



Sedangkan Lutfi yang bertugas mengelola Barang Milik Negara berpandangan bahwa  EPD menjadi kegiatan penting yang menempel pada diklat. Dengan evaluasi akan diperoleh kekurangan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan diklat. Di samping itu untuk melihat apakah diklat yang diikuti peserta memberikan kemanfaatan nyata bagi mereka, sehingga EPD menjadi tahapan yang tak terpisahkan dari diklat. “Evaluasi pasca diklat adalah tahapan yang tak terpisahkan dari diklat,” ujarnya.



Iwan yang diberi tanggung jawab di bagian kepegawaian menyatakan hal yang serupa, bahwa EPD menjadi kegiatan penting yang terkait dengan diklat. Tanpa EPD, kegiatan  kediklatan bisa dikatakan kurang sempurna. Tolok ukur keberhasilan diklat, salah satunya bisa dilihat dari apakah ada peningkatan  kompetensi alumni diklat usai mereka melaksanakan diklat, dan hal tersebut bisa dilakukan melalui kegiatan EPD.(AF).