Berita


Redaktur Web
2018-04-04 10:52:29
GURU MTS DI KAB DAN KOTA BLITAR DILATIH  MEMBUAT RPP

BDKSURABAYA – Sebanyak 35 guru Madrasah Tsanawiyah di lingkungan Kankemenag Kab. dan Kota Blitar dilatih untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis Kurikulum 2013.  Kegiatan yang dibuka sejak sehari yang lalu  oleh Kepala Kankemenag Kab. Blitar, Suhadi tersebut  berlangsung di aula Kankemenag Kab. Blitar dalam bentuk kegaiatan Diklat Teknis Substantif Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (04/04/2018).



Tujuan dari kegiatan yang didanai dari DIPA Balai Diklat Keagamaan Surabaya tersebut adalah untuk meningkatkan knowledge, skill dan attitude  peserta sehingga mampu menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik.  Sedangkan tujuan  khusus  adalah  untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam membuat  RPP agar  mereka mampu mengajar sesuai standar kompetensi dan kompetensi dasar dari materi yang diajarkan.



Selama 6 hari peserta akan mendapatkan materi dasar, inti dan penunjang. Untuk materi dasar terdiri dari Pembangunan Bidang Agama, Membangun SDM Kemenag dan Peningkatan Kualitas Diklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan. Sedangkan materi inti terdiri dari Strategi Literasi dalam pembelajran, Konsep dasar Perencanaan Pembelajaran, Pemetaan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar, Pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi (HOTS), Penyusunan Instrumen Penilaian (HOTS), Penyusunan Perencanaan Pembelajaran, dan  Simulasi Perencanaan pembelajaran. Untuk Materi penunjang terdiri dari Rencana Tindak Lanjut, Building, Learning and Commitment, Overview dan Evaluasi Program.



Diklat tersebut ditangani oleh panitia dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya, dibantu  pegawai dari Kankemenag kab. Blitar. Sedangkan pengajarnya adalah widyaiswara dan pejabat Balai Diklat Keagamaan Surabaya serta pejabat Kankemenag Kab. Blitar



Usai mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang diperolehnya sehingga akan berdampak positif pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Di samping itu, mereka didorong untuk menularkan pengetahuan yang diperolehnya kepada guru-guru di madrasahnya masing-masing. (AF).