Berita


PBSDP
2017-09-28 01:49:03
TOHA:  SEBUAH KARYA ILMIAH PERLU DIPUBLIKASIKAN

BDKSURABAYA.kemenag.go.id -  Karya ilmiah adalah sebuah karya yang dihasilkan dengan metode ilmiah. Karya  ilmiah tersebut akan dapat dimengerti orang lain jika dipublikasikan melalui media cetak maupun elektronik.  Para wali yang menyebarkan Agama Islam, karya besarnya dapat diketahui melalui para penulis seperti Raden Ngabei  Ronggowarsito. Demikian sambutan pengarahan Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya,  Muchammad Toha  ketika  menutup Diklat Teknis Substantif Peningkatan Kompetensi Publikasi Ilmiah  bagi guru Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah di Balai Diklat Keagamaan Surabaya  (28/09/2017).


Karya Abu Hamid Muhammad al-Ghazali dari Persia, Syekh Nawawi al-Bantani dan ulama-ulama lain  sampai pada kita karena adanya  karya tulis dan dipublikasikan. Karenanya, Menurut Toha, jika kita ingin dikenang dari generasi ke generasi maka harus melahirkan karya ilmiah yang dipublikasikan. “Sebuah karya ilmiah perlu dipublikasikan,” ujarnya. Ia juga menguraikan bahwa setiap penguasa atau rezim biasanya akan mengangkat seorang penulis atau pujangga yang mampu  menulis dan mempublikasikan.



Toha menuturkan bahwa pada jaman kerjaaan di Indonesia pun terdapat pujangga seperti Mpu Tantular yang hidup pada abad ke-14 yaitu pada jaman Kerjaaan Majapahit  dengan raja Hayam Wuruk (Rajasanagara). Ia menulis syair (kakawin) Sutasoma, yang di dalam baitnya diambil sebagai semboyan Negara Republik Indonesia yaitu “Bhinneka Tunggal Ika” (berbeda-beda tetapi tetap satu jua). 


Pada jaman Pakubuwono II s.d IV menguasai Jawa, ia mengangkat seorang pujangga  bernama Yosodipura, sedangkan pada jaman Pakubuwono IV sampai dengan X ada pujangga yang lahir dari keturunan Yosodipuro yaitu Raden Ngabei Ronggowarsito yang sampai saat ini dikenal sebagai penulis Primbon dan Turanggan.


Saat Soeharto menjadi presiden, ia mengangkat Prof. Dr.  Nugroho Notosusanto menjadi sebagai penulis sehingga melahirkan karya berupa buku-buku sejarah militer di Indonesia di mana Soeharto sebagai tokoh militer di dalamnya. Sedangkan pada jaman  Soekarno berkuasa ia mengangkat Cindy Adams, seorang penulis berkebangsaan Amerika untuk menuliskan biografi Soekarno dengan bukunya yang terkenal berjudul “Soekarno Penyambung Lidah Rakyat”.


Di kalangan pesantren pun,  menurut Toha  begitu banyak kyai yang dikenal karena tulisannya. Misalnya Syeikh Ihsan Jampes, Kediri,  seorang ulama dari Jampes, Kediri dan pengasuh pondok Jampes yang terkenal melalui karyanya Siraj ath-Thalibin, yang merupakan penjelasan (syarah) dari kitab Minhaj al-Abidin karya Imam al-Ghazali. Oleh karena itu, dalam pandangan Toha, menulis karya ilmiah mutlak diperlukan oleh para guru madrasah.(AF).