Berita


PBSDP
2017-08-09 02:53:38
PESERTA DIKLAT CALON KEPALA MADRASAH IKUTI STUDI LAPANGAN KE MTSN 2 SURABAYA

BDKSURABAYA.kemenag.go.id -  Salah satu materi dari  Diklat untuk Calon Kepala Madrasah adalah studi lapangan.  Materi tersebut berisi kegiatan berkunjung ke madrasah untuk mencari data sesuai dengan fokus yang ada. Untuk Diklat Calon Kepala Madrasah Angkatan 2, studi lapangan dilaksanakan di MTsN 2 Kota Surabaya yang terletak di Jl. Citra Raya 27, Lakarsantri, Surabaya (09/08/2017).







Madrasah yang dikepalai oleh Erik Eni Purwaty dan  berdiri di atas tanah seluas 4.808 M2 dengan kelas sebanyak 26 tersebut mempunyai visi “unggul dalam berprestasi dan berakhlakul karimah dalam bertingkah laku serta siap bersaing dalam menghadapi era globa"l. Untuk mencapai visi tersebut, maka MTsN 2 Surabaya  mempunyai misi yaitu: a) menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan Islami; b) menumbuhkembangkan semangat keunggulan dan bernalar sehat kepada para peserta didik, guru dan karyawan sehingga berkemauan kuat untuk maju; c) meningkatkan komitmen  seluruh tenaga kependidikan  terhadap tugas  pokok dan fungsinya;  d) mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran dan administrasi madrasah secara kreatif dan inovatif; e) meningkatkan kemampuan siswa dalam penguasaan bahasa asing secara mandiri dan komunikatif.







Peserta Diklat yang mengikuti studi lapangan ke madrasah tersebut  berjumlah 35 orang didampingi panitia dan widyaiswara.  Mereka diberi tugas untuk  menggali informasi  dengan empat fokus studi yaitu, tentang  Supervisi Akademik, Evaluasi Diri Madrasah, Manajemen Keuangan Madrasah dan Rencana Kerja Madrasah. Dari data yang ada diperoleh informasi bahwa  secara umum MTsN 2 Surabaya  cukup baik dalam keempat fokus tersebut.  Pelaksanaan supervisi akademik telah dilakukan sesuai dengan  prosedur yang ada.  Kegiatan ketatausahaan telah dimanajemeni dengan baik dan rencana kerja madrasah telah disusun dengan melibatkan unsur yang ada yaitu pendidik, tenaga kependidikan, stakeholder dan komite sekolah.







Beberapa saran yang disampaikan peserta dari kegiatan tersebut adalah  sebaiknya dilakukan evaluasi diri madrasah minimal setahun sekali dan Rencana Kerja Madrasah perlu dibuat dengan mengacu pada evaluasi diri madrasah (AF).