Berita


PBSDP
2017-05-09 13:10:22
KABAG  TU BUKA 8 ANGKATAN DIKLAT DI BDK SURABAYA

BDKSURABAYA.kemenag.go.id – Kegiatan diklat yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Surabaya sebanyak 8 angkatan dengan total peserta sejumlah 280 peserta dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Moch. Amin Mahfud (9/05/2017). Diklat tersebut terdiri dari Diklat Teknis Fungsional Peningkatan Kompetensi  (DTFPK) Guru Mata Pelajaran (Mapel) BK MA, Guru Mapel Bahasa Indonesia MA,  Guru Mapel Ekonomi MA, Guru Mapel Kimia MA, Guru Mapel Akidah  Akhlak MA, Guru Mapel PAI SMA/SMK dan dua kelas Diklat Teknis Substantif Peningkatan Kompetensi Penugasan Tambahan Kepala RA



Pada kesempatan tersebut  Kabag TU menyampaikan bahwa peserta yang rata-rata berprofesi sebagai guru diharapkan bisa menjadi teladan bagi para siswanya dan lingkungannya. Menurutnya, label agama dalam Kemenag memberikan konsekuensi yang berat sehingga kesalahan sedikit pada ASN Kemenag, maka akibatnya akan merusak inststitusi Kemenag secara keseluruhan, karena tingkat ekspektasi masyarakat terhadap Kemenag begitu besar.



Berkaitan dengan Kurikulum 2013, ia  berpendapat bahwa Krikulum 2013 adalah kurikulum yang paling agamis dibanding kurikulum sebelumnya. Kurikulum tersebut menurutnya sangat dibutuhkan anak didik pada era sekarang, karena dapat memberikan keleluasaan bagi guru dalam  melakukan internalisasi nilai-nilai agama dalam setiap mata pelajaran terhadap anak didik. Saat ini menurutnya, anak-anak dihadapkan pada perkembangan teknologi yang luar biasa sehingga ketika guru tidak mampu melakukan internalisasi nilai-nilai agama pada siswanya, maka para anak didiknya akan tersesat.



“Kita punya kewajiban untuk menyiapkan generasi bangsa agar tidak  menjadi anak-anak yang lemah intelektual, spiritual dan ekonomi, “ tegas Amin.  Mendidik generasi penerus baginya menjadi  kewajiban yang berat namun  merupakan tugas yang mulia.



Diklat yang direncanakan akan diakhiri pada 20 Mei tersebut diikuti oleh guru sesuai dengan bidangnya dan kepala RA yang berasal dari Kementerian Agama Kab. dan Kota se-jawa Timur. Mereka didafatarkan sebagai peserta oleh Admin Unit Kemenag Kab. dan Kota setempat melalui aplikasi SIMDiklat. (AF).