Berita


Redaktur Web
2018-09-24 13:23:03
KABAG TU KANWIL KEMENAG PROVINSI JAWA TIMUR  BUKA DIKLAT FUNGSIONAL CALON PENGAWAS PAI  DI BDK SURABAYA

BDKSURABAYA -  Diklat Fungsional Calon Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Angkatan ke-2  yang diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur, Moch. Amin Mahfud (24/09/2018).



Dalam sambutannya ia menguraikan bahwa posisi pengawas PAI sangatlah strategis karena berperan sebagai tempat kosultasi bagi guru PAI di sekolah. Maka Kabag TU mengharapkan agar pengawas mutlak mempunyai kompetensi yang lebih dibanding guru. Mereka diharapkan menjadi tumpuan para Guru PAI dan mampu menjadi teladan. Menurutnya,  jangan sampai guru lebih pintar dibandingkan pengawasnya.



Dalam pandangan Amin Mahfud,  pengawas PAI  dituntut untuk  belajar dan terus belajar agar kompetensinya meningkat. Dalam era informasi seperti sekarang ini, anak didik akan menggali informasi tentang keagamaan di dunia maya. Maka peran guru dan pengawas PAI adalah menjelaskan kepada anak didik informasi yang benar.



Saat ini, problematika di bidang keagamaan menjadi semakin luas. Guru dan pengawas PAI diharapkan mampu menjawab problematika yang dihadapi anak didik berkaitan dengan masalah keagamaan. Misalnya masalah radikalisme yang ditengarai muncul dari sekolah. Diharapkan guru PAI  mampu mencegah timbulnya radikalisme.



Ia berpesan agar  pengawas PAI  mampu menjelaskan dengan benar tentang Agama Islam, termasuk di dalamnya konsep bahwa Agama Islam adalah agama rohmatal lil ‘aalamin. Maka, diklat pengawas baginya menjadi kegiatan yang sangat penting karena dipandang akan mencetak pengawas yang benar-benar kompeten dalam bidangnya.



Kegiatan diklat yang dimulai hari ini dan akan berakhir 3 Oktober  (in the job training tahap I) tersebut dihadiri oleh Kasi Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Machzudi dan koordinator widyaiswara, M.Shodik dan panitia pelaksana.



Setelah in the job training tahap I, peserta akan pulang ke unit kerjanya  untuk praktik kepengawasan (4 Oktober sd. 3 November 2018). Selanjutnya peserta  menjalani in the job training tahap II (4 s.d. 6 November 2018). Dalam tahapan tersebut peserta akan menjalani uji kompetensi calon pengawas.(AF)