Berita


Redweb
2018-07-07 10:22:37
KEPALA BDK SURABAYA SAMPIKAN PENTINGNYA PERSATUAN BANGSA

BDKSURABAYA – Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muchammad Toha menyampaikan pentingnya menjaga  persatuan bangsa ketika menutup 6 angkatan diklat  yang dislenggarakan sejak 2 Juli lalu, yaitu Diklat Hisab Rukyat, Kerukunan Umat Beragama, Guru IPA MTs, Guru IPS MTs, Guru Bahasa Inggris MTs dan Pembelajran Tematik RA.(07/07/2018).



Ia menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara besar karena terdiri dari banyak ras, warna kulit dan agama. Namun perbedaan tersebut tidak menghalangi persatuan bangsa. Hanya Indonesia yang penduduknya begitu beragam namun bisa hidup bersama dalam satu bangsa.  Maka banyak pihak yang akan menghancurkan Indonesia melalui adu domba dengan membenturkan  antar umat beragama dan antar agama.



Karenanya, Toha menekankan agar peserta selalu menjaga  semangat persatuan dan  cinta terhadap NKRI. Jangan sampai hanya masalah kecil diperbesar dan menjadi konflik sesama anak bangsa. Menurutnya  bukan saatnya untuk berkonflik antar anak bangsa, melainkan bersama-sama membangun bangsa.



Lebih lanjut ia memberikan pesan khusus. Kepada peserta diklat IIPA ia berpesan agar guru IPA perlu  menciptakan  pembelajaran yang dihubungkan dengan dunia nyata.  Maka guru tidak hanya sekedar mengajarkan teori-teori namun  perlu menjabarkan manfaat teori tersebut dalam kehidupan sehari-hari.



Kepada guru IPS, Toha berpesan bahwa ilmu sosial sangatlah  berperan dalam kehidupan masyarakat, sehingga baginya ilmu sosial adalah ilmu kelas satu. Sebelum belajar matematika, menurutnya, orang belajar IPS dulu. Karenanya, di negara-negara maju justeru ilmu sosial yang menonjol.



Sedangkan kepada guru RA, ia menyampaikan bahwa pendidikan yang paling dasar adalah di tingkat kanak-kanak. Maka guru perlu memahami psikologi pendidikan anak agar mampu mempraktikkan  pembelajaran yang sesuai dengan usia anak didik, misalnya ketika usia kanak-kanak maka lebih baik diajari menyanyi dan diperdengarkan  lagu-lagu yang bersifat mendidik.



Acara penutupan yang diikuti oleh 210 peserta dan dihadiri oleh pejabat eselon IV, widyaiswara dan panitia tersebut diakhiri dengan pelepasan tanda peserta dan d’oa. (AF).