Berita


Redweb
2018-04-13 02:31:04
SERATUS TUJUH PULUH LIMA PENYULUH NON PNS AKAN IKUTI PELATIHAN DI DAERAHNYA

BDKSURABAYA -  Diklat di Wilayah Kerja (DDWK)  kembali akan digelar Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Kali ini sasaran diklatnya adalah penyuluh agama non PNS  dan ASN yang berada di wilayah kerja Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Untuk para penyuluh non PNS  akan mengikuti Diklat Teknis Substantif Peningkatan Komnpetensi Penyuluh Agama Non PNS sedangkan untuk ASN akan mengikuti  DDWK Revolusi Mental  bagi ASN dalam Membangun Budaya Kerja Pelayanan (13/04/2018).




Daerah yang akan menjadi tempat pelaksanaan diklat bagi penyuluh dengan total peserta 175 orang adalah  Tulungagung, Nganjuk, Madiun, Lumajang dan Pacitan  sedangkan DDWK revolusi mental akan diselenggarakan di Kota Malang, Kota Mojokerto dan Kab. Sumenep.  Kedua jenis kegiatan tersebut akan ditempatkan di Kantor Kemenag setempat.




Secara umum, tujuan diklat tersebut adalah untuk meningkatkan kopmpetensi pegawai dalam bidang tugasnya agar bisa bekerja secara professional  sehingga mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.




Para peserta tersebut akan  menerima materi  dasar, inti dan penunjang. Untuk penyuluh agama non PNS, mereka akan menerima materi  dasar: Pembangunan Bidang Agama, Peningkatan Kualitas Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan dan Pengembangan SDM Kemenag.  Untuk materi inti terdiri dari:  Tugas dan Fungsi Penyuluh Agama Non PNS, Wawasan kebangsaan, Revolusi Mental, Materi Substansi Agama, Kerukunan Umat Beragama, Komunikasi Penyuluh Agama dan Rencana Tindak Lanjut. Sedangkan materi penunjang tersiri dari Building Learning & Commitment, Overview dan evaluasi Program.




Dalam menjalankan tugasnya sebagai penyuluh Agama Islam, mereka mempunyai spesialisasi tersendiri, namun bukan berarti mereka hanya memberikan penyuluhan pada spesialisasinya saja, melainkan akan berdakwah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bersedia memenuhi permintaan masyarakat tentang penyuluhan dalam bidang lain. Selama ini spesialisasi dari materi penyuluhan meliputi, Pembrantasan Buta Huruf Al Quran, Keluarga Sakinah,  Zakat dan Wakaf, Aliran Sempalan dan Radikalisme,  HIV/AIDS,dan Narkoba, Kerukunan Umat Beragama serta Produk halal.




Sementara itu, materi dalam DDWK Revolusi Mental terdiri dari materi dasar (Kebijakan Diklat, Pancasila sebagai Kepribadian dan Jati Diri Bangsa, dan Kapita Selekta Kemenag), materi inti (Konsep dasar Pelayanan Publik Berbasis Revolusi Mental dan Nilai Agama, Aktualisasi Budaya Kerja Pelayanan Publik, Building Report Pelayanan Publik, dan Action Plan Pelayanan Publik) dan materi penunjang (overview, building Learning & Commitment, dan evaluasi program).




Pada tiap daerah akan diikuti oleh 35 orang peserta  yang memenuhi persyaratan sebagai peserta diklat. Mereka terlebih dahulu didaftar sebagai peserta secara online melalui aplikasi SIMDiklat oleh Admin Unit Kemenag setempat. (AF).