Berita


Redaktur Web
2019-03-28 15:55:46

BDKSURABAYA – Penilaian kompetensi pengatuhan menjadi materi inti dalam Diklat Teknis Substantif Penilaian Pembelajaran bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah. Materi tersebut bertujuan agar peserta mampu menganalisis penilaian kompetensi pengetahuan, mempraktikkan penyusunan kisi-kisi, mampu mempraktikkan penyusunan instrumen penilaian pengetahuan dan menyajikan hasil instrumen penilaian kompetensi pengetahuan (28/04/2019).


Menurut Ninik Supriyati, Widyaiswara Balai Diklat Kegamaan Surabaya, dengan mengutip pendapat Anderson & Krathwohl penilaian pengetahuan adalah sebuah proses penilaian potensi intelektual yang meliputi tahapan mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisisi, mensintesis dan mengevaluasi.


Dengan memahami substansi penilaian kompetensi  pengetahuan, dalam pandangan Ninik, maka peserta akan mampu memahami dan mempraktikkan teknik penilaian kompetensi pengetahuan yang terdiri dari tes tulis, tes lisan dan penugasan.


Kompetensi pengetahuan tersebut mencakup pengetahuan faktual, konseptual dan prosedural. Pengetahuan faktual berkaitan dengan istilah, simbol dalam disiplin ilmu tertentu, pengetahuan khusus dan unsur-unsur yang berhubungan dengan peristiwa baik peristiwa alam, buatan manusia atau sosial.


Pengetahuan konseptual mencakup pengetahuan yang dimiliki oleh peserta didik terkait dengan konsep dan ide dalam sebuah disiplin ilmu sehingga anak didik mampu mengklasifikasi dan mengkategorikan sebuah objek, mampu memahami rumus, kaidah, teori, struktur dan model dalam disiplin ilmu tertentu.


Sedangkan pengetahuan prosedural dalam pandangan Ninik adalah pengetahuan yang harus dimiliki oleh anak didik berkaitan dengan prosedur atau langkah-langkah dalam melakukan sesuatu, misalnya langkah-langkah dalam pembuatan kompos


Materi yang berlangsung selama 8 jam pelajaran tersebut menyedot perhatian peserta. Rata-rata peserta antusias mengikuti materi tersebut dan merasa mendapatkan tambahan pengetahuan. (AF)