Berita


PBSDP
2017-08-21 14:40:44
MAMIK SYAFAAH BERIKAN MATERI PUBLIKASI  ILMIAH  DALAM BENTUK ARTIKEL POPULER

BDKSURABAYA. Kemenag.go. id –  Artikel populer adalah artikel yang ditulis dengan bahasa ilmiah populer yang luwes dan segar, namun bukan berarti melanggar tata bahasa Indonesia.  Artikel populer tetap ditulis dalam Bahasa Indoensia yang baik dan benar,  meskipun kalimat yang ada di dalamnya menggunakan bahasa  sangat mudah dipahami oleh orang awam.  Topik yang disampaikan pun beragam, karena hampir semua peristiwa dapat ditulis menjadi sebuah artikel populer, mulai dari topik tentang politik, ekonomi, sosial, budaya,  keamanan  ataupun tentang perkembangan teknologi. Demikian penjelasan Mamik Syafaah saat mengajar pada Diklat Teknis Substantif Peningkatan Kompetensi  Publikasi Ilmiah bagi guru Madrasah Aliyah (MA)  di Balai Diklat Keagamaan Surabaya (21/08/2017).



Ia  menguraikan bahwa artikel populer  seringkali berupa gagasan dari  penulis, namun bukan berarti  artikel tersebut tidak bisa dijadikan landasan bagi seseorang untuk pengambilan keputusan. Artikel populer bisa juga dijadilakan landasan untuk berpikir karena di dalamnya menyertakan juga referensi atau pendapat para ahli yang disampaikan dengan gaya yang mudah dipahami masyarakat.  Di samping itu, isinya terkadang berupa informasi yang mampu menambah wawasan masyarakat atau melontarkan wacana baru.



Dalam penjelasan Mamik, struktur penulisan dalam artikel populer juga relatif lengkap  karena di dalamnya ada pendahuluan, permasalahan, pembahasan dan simpulan serta saran.  Namun, terkadang struktur tersebut tidaklah selalu menjadi sub judul tersendiri melainkan bisa juga secara implisit ada dalam sebuah tulisan. Ketika artikel populer isinya relatif sedikit maka biasanya strukturnya tidaklah secara eksplisit dicantumkan dalam sub judul sebuah artikel. Dalam hal pembahasan, biasanya tidak disampaikan secara riinci seperti artikel ilmiah, namun sistematika pemikiran dari penulis harus jelas agar pembaca mampu menangkap uraian yang disampaikan penulis.



Materi  yang disampaikan mamik tersebut tampaknya mampu diserap peserta karena peserta langsung praktik membuat artikel populer, sehingga dalam waktu  sekitar 12 jam pelajaran terdapat 35 artikel populer hasil tulisan peserta. (AF).