Berita


Redaktur Web
2019-02-06 13:34:37

BDKSURABAYA - Balai Diklat Keagamaan Surabaya menyelenggarakan Diklat Pengelola Perpustakaan Madrasah, Senin-Sabtu (4-9/2). Kegiatan yang diikuti 35 Pengelola Perpustakaan Madrasah Aliyah se-Jatim itu bertempat di gedung Balai Diklat Keagamaan Surabaya.


Menurut Danang Eka Sandi, Ketua Panitia, selama ini masih banyak perpustakaan di sekolah yang belum dikelola dengan baik. Keberadaan perpustakaan, masih sebatas pelengkap di sekolah. “Banyak buku hanya ditumpuk apa adanya. Buku-buku itu tidak ditata sesuai kaidah tata kelola perpustakaan yang baik dan benar,” tutur Kasi Diklat Administrasi BDK Surabaya itu dengan nada sedih. (06/02/2019).


Oleh karena itu, dengan dibimbing narasumber dari BDK Surabaya dan UIN Sunan Ampel Surabaya, peserta akan ditekankan pada penguasaan materi tentang kepustakaan, pemeliharaan dan perawatan bahan pustaka. “Kami juga membekali peserta dengan skill mengenai TIK. Sebab di era laju teknokogi informasi seperti ini, keberadaan perpustakaan digital merupakan sebuah kebutuhan dan keharusan,” papar pria kelahiran Malang, 22 Januari 1976 ini. “Ke depannya, kami juga berharap agar terbentuk jaringan perpustakaan madrasah,” tandasnya.


Senada dengan Danang, Kepala Subbag TU BDK Surabaya juga berharap bisa mengelola perpustakaan dengan baik berbasis digital. Perpustakaan yang dikelola dengan baik, terang Muslimin, akan menarik minat baca siswa. “Apalah artinya perpustakaan yang baik, jika tak mampu mendongkrak minat baca siswanya,” tukas pria kelahiran Lamongan, 10 Oktober 1972 itu. “Sebab selama ini, perpustakaan yang ada lebih terkesan seperti gudang dengan tumpukan buku yang ditata apa adanya. Karena itulah dibutuhkan pengelola perpustakaan yang professional,” tandasnya. DK