Berita


PBSDP
2017-07-14 15:02:31
NINIK JELASKAN BAHWA PENILAIAN AUTENTIK PERLU DITERAPKAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN

BDKSURABAYA.kemenag.go.id – Penilaian autentik perlu diterapkan dalam proses pembelajaran karena penilaian tersebut bersifat komprehensif yang mengukur berbagai bentuk pencapaian kinerja siswa dalam proses pembelajaran, terdiri dari prestasi, motivasi dan sikap-sikap yang relevan dengan proses pembalajaran serta mengukur pengalaman siswa dalam kehidupan nyata dikaitkan dengan pelajaran di sekolah. Demikian penggalan Ninik Supriyati, widyasiwa Balai Diklat Keagamaan Surabaya saat memberikan materi Penilaian Autentik Kurikulum 2013 di kelas Diklat Calon Pengawas Angkatan 2 di Balai Diklat Keagamaan Surabaya (24/07/2017).



Ia menjelaskan bahwa ciri khas dari penilaian autentik adalah pembelaajran yang tuntas, artinya siswa harus memahami materi yang diajarkan dengan benar terlebih dahulu sebelum mereka  melanjutkan ke materi berikutnya dan mereka tidak diperkenankan mengerjakan tugas berikutnya sebelum mampu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dengan baik dan benar. Penilaian autentik juga bercirikan autentik (dapat dipercaya), bersifat terus menerus dan berkesinambungan, terdapat indikator yang jelas dan menggunakan acuan tertentu. Di samping itu, penilaian tersebut tidak bersifat membandingkan kemampuan siswa dengan siswa lain atau dengan kelompok siswa, namun membandingkan dengan hasil peniaian terhadap siswa tersebut yang diperoleh pada waktu sebelumnya dengan memakai berbgai alat penilaian,



Ninik juga menguraikan bahwa penilaian autentik bisa terdiri dari beebrapa jenis seperti penilaian tertulis, lisan, praktik, penilaian kinerja, proyek dan portofolio. Tujuan penerapan berbagai jenis penilaian tersebut adalah  untuk menggambarkan kemampuan siswa secara komprehensif dalam hal pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang dimilikinya.(AF).