Berita


Redaktur Web
2018-04-17 11:01:13
HENI: KOORDINASI DAN KOLABORASI JANGAN DIANGGAP HAL YANG  REMEH

BDKSURABAYA – Koordinasi dan kolaborasi adalah tahapan yang selalu ada dalam setiap lembaga. Langkah tersebut sangat penting karena akan menentukan keberhasilan sebuah pekerjaan. Namun kebanyakan orang mengabaikan langkah tersebut karena menganggap bahwa sebuah pekerjaan sudah biasa mereka lakukan. Akibatnya, terkadang hasil dari pekerjaan kurang sempurna atau terdapat hambatan dari paekerjaan tertentu. Demikian penjelasan Heni Mardiningsih, widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya. (17/04/2018).



Setiap pemimpin dalam pandangan Heni akan selalu dihadapkan pada langkah koordinasi dan kolaborasi, bahkan hal itu menjadi proses yang harus ada dalam setiap pekerjaan karena pemimpin adalah sosok pengambil keputusan dalam lembaga baik lembaga swasta maupun pemerintah. Karenanya, dibutuhkan kesadaran diri (self awarness) dari seorang pemimpin akan posisinya. Jika pemimpin tidak sadar akan posisinya, mereka cenderung mengabaikan proses tersebut.



Pengabaikan terhadap proses koordinasi dan kolaborasi  muncul, biasanya disebabkan jenis dari pekerjaan. Ketika sebuah pekerjaan sudah sering dilakukan, seorang pemimpin cenderung meremehkan proses tersebut. Namun ketika pekerjaan belum pernah ia lakukan, ia akan lebih memperhatikan tahapan koordinasi da kolaborasi.  Padahal meskipun sebuah pekerjaan sudah sering dilakukan, bisa saja ada sesuatu yang kurang tanpa koordinasi dan kolaborasi. “Koordinasi dan kolaborasi jangan dianggap hal yang remeh,” ujar Heni.



Bagi Heni, motor penggerak koordinasi dan kolaborasi adalah pemimpin. Kehadirannya dalam proses pekerjaan diperlukan untuk memastikan bahwa pekerjaan yang ditangani para bawahannya selaras dengan tujuan lembaga. Ia yang bertanggung jawab jika terdapat hambatan dalam proses pekerjaan akibat kurangnya koordinasi dan kolaborasi antar pegawai  atau antar bagian dalm sebuah lembaga.(AF).