Berita


PBSDP
2017-11-06 13:51:23
KEPALA BDK: ACTUATING DAN CONTROLLING BISA BERJALAN SEIRING

BDKSURABAYA.kemenag.go.id – Agar tujuan lembaga bisa terwujud, maka perlu ada aktivitas actuating (penggerakan) pegawai. Di samping itu, aktivitas pengendalian (controlling) juga tak boleh ditinggalkan. Maka keterlibatan pemimpin sangat diperlukan agar pegawai berkinerja sesuai dengan perencanaan Demikian penjelasan kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muchammad Toha (06/11/2017).



Dalam pandangannya, penggerakan (actuating) mejjadi salah satu proses dalam manajemen. Proses tersebut dilaksankaan dengan menggerakkan pegawai agar mereka bertugas sesuai dengan tanggung jawabnya.  Salah satu tahap awal untuk menggerakkan pegawai tersebut menurut kepala BDK adalah melalui rapat. Pada rapat tersebut seorang pimpinan bisa memberikan penekanan pada hal-hal penting yang menjadi prioritas pekerjaan. Ketika pegawai telah melaksnakan pekerjaan maka perlu aktivitas controlling dari pemimpin agar mereka bisa bekerja sesuai dengan tujuan lembaga. Namun actuating dan controlling menurut Kepala BDK bukanlah menjadi hal yang terpisah dan controlling bukan dilakukan pada akhir kegiatan. Actutaing dan controlling bisa dilakukan bersamaan. Hal tersebut bertujuan agar pegawai berkinerja sesuai dengan perencanaan. “Actuating dan controlling bisa berjalan seiring,” urainya. Selain supervisi langsung, proses controlling tersebut juga bisa dilakukan melalui rapat.


Controlling baginya bukan hanya berfungsi mengawasi pegawaii namun lebih ke pencarian solusi ketika pegawai menemui masalah dalam melaksanakan pekerjaannya. Terkadang ada hal-hal yang idak bisa dipecahkan sendiri oleh pegawai. Di situlah diperlukan kehadiran pemimpin. Idealnya, menurutnya pemimpin adalah pembawa solusi dari kesulitan pegawai. (AF).