Berita


Redaktur Web
2019-06-17 14:09:40

BDKSURABAYA  -  Kegaiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah  Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur terus digelar oleh Balai Diklat Keagamaan Surabaya.  Kali ini kegiatan yang berujud Diklat Teknis Substantif (DTS) Kompetensi Penyuluh Agama Non PNS, DTS  Penilaian Pembelajaran bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Diklat di Wilayah Kerja (DDWK)  Pelayanan Publik Madrasah  dibuka secara serentah di 8 wilayah, yaitu  Blitar, Magetan,  Jember, Malang, Pasuruan, Pacitan, Lamongan dan Probolinggo. (17/06/2019).



Diklat yang diikuti oleh 280 ASN  atau 35 orang per angkatan tersebut rata-rata dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kab. setempat.  Rata-rata mereka menyampaikan pesan-pesan positif  kepada peserta diklat ketika memberikan sambutan pengarahan.  Kalimat persuasif yang berfungsi untuk memotivasi peserta  agar tetap fokus dan berperan aktif dalam kegiaatan pembelajaran selalu ditekankan.  Nilai-nilai kedisiplinan juga dipaparkan mereka  agar peserta mengikuti proses pembelajaran secara utuh. Tujuannya agar peserta mampu memahami materi secara komprehensif seperti yang disampaikan oleh narasumber.



Seperti pesan yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Kab. Blitar, Suhadi, misalnya. Saat membuka DTS Kompetensi Penyuluh Agama Non PNS di Kankemenag Kab. Blitar, ia menyampaikan bahwa diklat yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Surabaya sangat penting  bagi penyuluh, karena dengan adanya  diklat,  maka pengetahuan dan keterampilan peserta dapat meningkat. Untuk itu peserta diharapkan mengikuti diklat dengan tertib, sesuai dengan  peraturan yang diterapkan oleh panitia pelaksana.



Di samping itu,  ia menyampaikan bahwa dalam memberikan penyuluhan, seorang penyuluh  perlu memahami  sistem dan regulasi yang diterapkan oleh Kemenag, sehingga  materi yang disampaikan  harus selaras dengan  visi dan misi Kemenag.



Kegiatan yang  akan berakhir pada 22 Juni tersebut   diikuti oleh 140 penyuluh agama non PNS, 105 guru MI dan 35 ASN di madrasah.(AF).