Berita


Redweb
2018-06-02 09:30:49
TOHA TEKANKAN AGAR PESERTA BANGGA MENJADI GURU

BDKSURABAYA -  Sampai saat ini masyarakat memandang bahwa guru adalah profesi yang mulia. Bahkan guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.  Beberapa kata dalam bahasa Jawa pun dibuat untuk mengabadikan dan menghormati profesi guru seperti  kata “saka guru”  yang artinya tiang. Guru  tidak saja dianggap masyarakat  karena jasanya yang besar untuk ikut mencerdaskan bangsa  namun juga perannya dalam membentuk karakter  anak bangsa. Demikian sambutan  Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muchammad Toha saat menutup 6 angkatan diklat yang dimulai sejak   28 Mei yang lalu (02/06/2018).



Ia  juga mengajak kepada para peserta  untuk bangga menjadi seorang guru. Dengan kebanggaan tersebut menurutnya akan memicu seseorang untuk berprestasi. “Banggalah menjadi guru,” ujar Toha. Bangga menjadi guru dalam pandangannya sangatlah wajar karena guru menjadi salah satu profesi mulia yang sarat dengan nilai-nilai kebaikan. Namun bukan berarti hanya bangga tanpa menorehkan prestasi apapun. Kebanggan tersebut juga perlu diimbangi dengan  prestasi dan profesionalisme guru.



Toha juga berpesan agar seluruh peserta mampu  menularkan ilmu yang telah diperoleh  selama diklat kepada guru-guru lain yang kebetulan tidak mempunyai kesempatan untuk  menimba llmu.  Proses berbagi ilmu menjadi sebuah proses yang tanpa henti agar terjadi percepatan tujuan pendidikan  nasional.



Diklat tersebut dapat dikatakan berhasil karena terjadi peningkatan kompetensi peserta dibanding sebelumnya, seperti yang disampaikan oleh Kasi Diklat Tenaga Teknis pendidikan dan Keagamaan, Machzudi. Penutupan kegiatan yang berlangsung semarak tersebut  dihadiri oleh pejabat eselon IV dan panitia Balai Diklat Keagamaan Surabaya.(AF).