Berita


PBSDP
2017-10-17 13:35:01
SAAT BUKA DIKLAT, KAPUSDIKLAT JELASKAN TENTANG  KRITERIA DIKLAT YANG BERMUTU

BDKSURABAYA.kemenag.go.id -  Tiga jenis diklat yang dislenggarakan di Balai Diklat Keagamaan Surabaya, yaitu Diklat Teknis Fungsional Peningkatan Kompetensi  (DTFPK) Pengawas Madya Madrasah/PAI pada sekolah, DTFPK Guru Mapel Penjaskes MI tingkat Dasar dan Diklat Teknis Substantif Pembekalan Penugasan Tambahan Calon Kepala Madrasah dibuka oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Kapusdiklat) Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat  Kemenag RI, Mahsusi (17/10/2017).



Dalam sambutan pengarahannya, Kapusdiklat  menjelaskan tentang 6 kriteria diklat yang bermutu. Dalam uraiannya, diklat yang bermutu adalah jika diklat tersebut  dilaksanakan dengan memperhatikan masalah input, proses, output, outcome, benefit dan impact.



Menyinggung masalah input, Kapusdiklat menjelaskan bahwa input sebuah kediklatan perlu dikendalikan. Input tersebut meliputi, peserta, panitia, widyaiswara, pengelola dan sarpras (sarana dan prasarana) yang ada.  Karenanya,  input sebuah diklat  harus terstandar. Jika salah satu input  tidak terstandar maka akan berpengaruh terhadap proses yang ada.



 Ia melanjutkan bahwa kriteria kedua setelah input adalah proses. Semua pelaku yang terlibat dalam sebuah proses diklat  perlu mengikuti standar yang ditetapkan. Standar  tersebut harus jelas dan dapat diikuti oleh orang-orang yang terlibat dalam proses tersebut sesuai dengan peran dan fungsi  masing-masing.



Proses yang ideal menurut  Kapusdiklat  akan menciptakan output yang bermutu. Output dari sebuah kediklatan adalah adanya perubahan dan peningkatan kompetensi dari peserta. Jika ternyata kompetensi peserta setelah diklat sama seperti sebelumnya berarti  output tersebut tidak sesuai dengan standar yang diharapkan.



Output dalam pandangannya terkait dengan outcome. Maka output akan berpengaruh terhadap outcomenya. Jika diklat untuk guru dan pengawas, maka outcome dari diklat akan ditunjukkan dengan kinerja guru dan pengawas yang meningkat  ketika berada di  tempat kerjanya.



Peningkatan kinerja guru dan pengawas akan menimbulkan benefit (manfaat)  yang bisa dirasakan langsung oleh stakeholder, yaitu adanya peningkatan gairah belajar, prestasi belajar, kecerdasan dan pengetahuan dari siswa. Guru dengan kinerja bagus  akan mampu membentuk siswa yang berkualitas.



Dalam penjelasan Kapusdiklat, benefit yang ideal akan membentuk impact berbentuk citra yang baik dari madrasah di mata masyarakat. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap madrasah semakin meningkat seiring dengan peningkatan benefit yang dirasakan oleh masyarakat. Karenanya, antara input, proses, output, outcome,  benefit dan impact saling berpengaruh.



Upacara pembukaan yang diakhiri dengan prosesi penyematan tanda peserta dan pembacaan do’a tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Diklat Keagamaan surabaya, Muchammad Toha, pejabat eselon IV, panitia, koordinator widyaiswara  dan peserta yang berjumlah  105 orang. (AF).