Berita


Redaktur Web
2018-12-10 14:31:42

BDKSURABAYA – Evaluasi Pasca Diklat (EPD)  merupakan rangkaian kegiatan dari diklat. Dari tahapan yang dilalui dalam diklat,  yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan diklat, maka EPD masuk dalam ranah pengawasan diklat. Evaluasi tidak hanya untuk melihat  berkurangnya gap atau discrepansi kompetensi pada peserta diklat, namun juga menjaring saran dan masukan dari alumni peserta diklat dari stakeholder yang terkait. Demikian penjelasan Ninik Supriyati, widyaiswara balai Diklat Keagamaan Surabaya, ketika dimintai penjelasan mengenai EPD. (10/12/2018).




Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa untuk memperoleh hasil yang ideal dari pelaksanaan EPD maka perlu disusun kuesioner dengan variabel kompetensi. Variabel tersebut selanjutnya diturunkan menjadi indikator kompetensi yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap. Dari indikator tersebut diturunkan lagi menjadi daftar pertanyaan dalam kuesioner.




Dalam penjelasan Ninik, kegiatan EPD yang direncanakan dimulai tanggal 11 Desember tersebut dilakukan dengan pendekatan survei, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif yang menunjukkan tingkat kompetensi alumni. Karenanya hasil yang diharapkan dari survei tersebut adalah diperolehnya indeks kompetensi dari alumni diklat.




Untuk kuesioner, di samping disebarkan kepada alumni, juga diberikan kepada pihak yang mengetahui kometensi alumni yang terdiri dari atasan langsung dari alumni, teman sejawat dan  bagian kepegawaian pada Kankemenag Kab. dan Kota di Jawa Timur. Direncanakan kuesioner akan disebarkan ke 31 stakeholder, baik Kankemenag Kab. maupun Kota, sehingga ada 7 stakeholder yang  tidak masuk  sebagai tempat survei.




Selain mengisi daftar pertanyaan dan pernyataan dalam kuesioner, responden juga diminta memberikan saran-saran untuk perbaikan mutu diklat. Ditambah dengan informasi yang digali melalui wawancara singkat. (AF).