Berita


PBSDP
2017-05-16 03:23:15
KAPUSDIKLAT TENAGA ADMINISTRASI BERIKAN MATERI KEBIJAKAN DIKLAT KEMENAG

BDKSURABAYA.kemenag.go.id - Selama  sehari penuh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Kapusdiklat) Tenaga Administrasai Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, Saeroji,  memberikan materi Kebijakan Diklat ASN Kemenag pada 3 kelas secara bergantian, dimulai dari kelas  Diklat bagi Guru Mapel Bimbingan Konseling MA, Guru Mapel Kimia MA dan terakhir di kelas Diklat bagi Guru Mapel Ekonomi MA (16 /05/2017).





Pada kesempatan tersebut, Kapusdiklat menjelaskan  tentang tugas dan fungsi, visi serta misi Kemenag, 10 program prioritas Kemenag di tahun 2017 dan menguraikan tentang fenomena pemahaman dan pengamalan ajaran agama di masyarakat yang mulai menurun seperti munculnya aliran sempalan dan menurunnya akhlak pada anak bangsa. Di samping itu, 5 nilai budaya kerja Kemenag yang dicetuskan oleh Menag Lukman Hakim Saefudin juga disampaikan secara detail.





Kondisi masyarakat akhir-akhir ini  yang berkaitan dengan menurunnya moral anak bangsa menjadi perhatian khusus dari Kapusdiklat. Semakin banyaknya anak bangsa yang menikmati  akses pornografi adalah salah satu bukti menurunnya moral pada masyarakat. Bahkan menurutnya Inonesia menempati rangking ke-7 pengakses pornografi di dunia. Padahal pornografi akan berpengaruh terhadap penurunan kualitas  anak bangsa. Dampaknya akan sangat luas, tidak hanya berhenti pada penurunan moral, namun juga berdampak sosial. Meningkatnya pemerkosaan, kekerasan seksual terhadap anak, seks bebas di kalangan remaja, meningkatnya jumlah aborsi, semakin banyaknya pembunuhan dan pembuangan bayi serta  meningkatnya penderita HIV/Aids adalah bukti contoh pengaruh dari pornografi.





Masalah narkoba yang sampai sekarang belum terpecahkan juga  disampaikan oleh Kapusdiklat. Menurutnya, saat ini telah beredar sekitar 30 ton sabu di Indonesia, sedangkan yang tertangkap baru 24 ton, padahal jumlah tersebut cukup untuk meracuni 150 juta penduduk Indonesia. Ditemukan bukti bahwa 40-50 orang meninggal setiap hari gara-gara narkoba.  Dilihat dari penggunanya, menurutnya dari 5,9 juta pengguna narkoba di Indonesia sejumlah 22 persennnya adalah remaja, sedangkan sisanya umurnya bervariasi. Padahal remaja menjadi generasi penerus bangsa yang akan  menentukan nasib bangsa ke depan. Karenanya, dalam pandangan Kapusdiklat, guru mempunyai peran strategis dalam memnentukan nasib bangsa ke depan. (AF).