Berita


PBSDP
2017-08-18 14:09:35
TOHA: KITA PERLU MENIRU SEMANGAT PAHLAWAN

BDKSURABAYA.kemenag.go.id -  Tanggal 17 Agustus adalah momen penting bagi bangsa Indonesia karena pada tanggal itulah Soekarno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Pada hari itu pula puncak kemenangan kaum muslimin karena sebagaian besar para pejuang kemerdekaan adalah mereka yang beragama Islam. Demikian penjelasan  Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya,
Dr. H. Muchammad Toha, ketika dimintai pandangannya tentang hari kemerdekaan.



Pada kesempatan tersebut, Toha mengingatkan kembali sejarah perjuangan bangsa  saat merebut kemerdekaan.  Dijelaskan bahwa  para pejuang saat itu kebanyakan adalah mereka yang mempunyai semangat perjuangan yang tinggi. Merebut kemerdekaan di samping panggilan nurani juga pangggilan agama mereka. “Kita perlu meniru semangat pahlawan, “ ujarnya. Pahlawan kemerdekaan seperti  Cut Nyak Dien, Teuku Umar, Imam Bonjol, dan Diponegoro,  dalam penjelasan Toha adalah pahlawan yang berjuang demi agama dan negara. Maka dalam pandangannya agama dan negara adalah satu entitas yang sama. “Agama dan negara bukanlah entitas yang berbeda,” jelas Toha. Karenanya, menurutnya agama dan negara tidak bisa dipisahkan. Untuk itulah diperlukan Kementerian Agama.



Umat Islam dalam penjelasan Toha  memberikan andil yang besar dalam kemerdekaan sehingga Kementerian Agama (Kemenag)  sebagai kementerian yang berdiri  hampir bersamaan dengan kemerdekaan tepatnya pada 3 Januari 1946.  Untuk itu sebagai ASN Kementerian Agama  perlu menjaga  dan mengisi kemerdekaan dengan  meningkatkan rasa nasionalisme, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan bekerja  sesuai dengan 5 nilai budaya kerja Kemenag. Semangat yang ada pada para pahlawan dalam pandangan Toha perlu mengalir dalam diri ASN  pada setiap profesi yang dipegang, sehingga akan tercipta insan Kemenag yang senantiasa bekerja untuk bangsa.(AF).