Berita


PBSDP
2017-06-17 21:45:12
KEPALA BALITBANG DAN DIKLAT BERIKAN PEMBINAAN KEPADA PENYULUH

BDKSURABAYA.kemenag.go.id – Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, Abdurrahman Mas’ud memberikan pembinaan kepada peserta Diklat Penyuluh Agama Non PNS di Balai Diklat Keagamaan Surabaya (17/06/2017). Pembinaan tersebut diberikan dengan tujuan untuk  memotivasi  sekaligus mengingatkan kembali tugas dan fungsi seorang penyuluh agama Islam.



Di hadapan peserta diklat penyuluh Non PNS Abdurahman menguraikan bahwa tugas penyuluh sangatlah mulia karena tidak hanya berdasar pada undang-undang, namun  landasannya adalah Al Quran.  Menurutnya menjadi sebuah panggilan bagi setiap muslim untuk amar makruf nahi munkar dan hal tersebut telah tertulis dalam Al Quran.  Di samping sebagai seorang da’i,  penyuluh juga sebagai seorang pendidik,  gait, pengarah, konsultan dan guidance & counselling.  Penyuluh dalam penjelasan Abdurrahman ibaratnya sebgai CD Worker (community development worker) atau pekerja sosial yang bertugas membantu masyarakat agar mereka bisa membantu dirinya sendiri (to help people to help themselves.



Saat ini dalam pandangan Kepala Balitbang, di masayarakat terdapat gejala kekerasan bahkan kekrasan yang mengatasnamakan agama. Karenanya, dibutuhkan keterlibatan penyuluh untuk mencegah dan menguranginya. Menurutnya, ke depan penyuluh diharapkan mengisi kegiatan kerohanian Islam di sekolah-sekolah agar siswa mendapatkan pemahaman yang benar mengenai agama Islam, yaitu Islam yang rohmatal lil ‘aalamin. Mereka diharapkan mempunyai metode yang bervariasi dalam memberikan penyuluhan, tidak hanya terbatas pada ceramah, namun juga aktif di media sosial, membuat website, meme dan media informasi lain.



Dalam menjalankan tugasnya,  bagi Abdurrahman, seorang penyuluh harus memperhatikan maklumat menteri agama yang terdiri dari 9 point, yaitu 1) memiliki komitmen untuk memanusiakan manusia, 2) berdasar pengetahuan keagamaan yg memadai, 3) disampaikan dengan cara yg santun, tidak dengan  ujaran kebencian, 4) bernuansa mendidik, 5) materi yang disampaikan tidak bertentangan dengan 4 konsensus , yaitu Pancasila Kebhinekaan, NKRI dan UUD 1945, 6) tiidak boleh memeprtentangkan unsur SARA, 7) tidak boleh boleh ada  penghinaan, pelecehan dan penodaaan agama, 8) tidak boleh bermuatan kampanye politik dan 9) tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku.



Acara pembinaan yang berlangsung kurang lebih satu jam tersebut  dipandu  langsung oleh Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muchammad Toha dan  didampingi oleh panitia pelaksana. Meski  berlangsung pada malam hari sehabis sholat tarawih,  acara  tersebut  cukup menyedot perhatian peserta, Mereka pun minta foto bersama usai acara berakhir. (AF).