Berita


Redaktur Web
2019-04-26 14:28:12

BDKSURABAYA -  Analisis Butir Soal  menjadi materi inti dalam Diklat Teknis Substantif Penilaian Pembelajaran bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah di  Kankemenag Kota Pasuruan. Tujuan dari materi tersebut adalah agar peserta memahami bagaimana menganalisis butir soal berdasarkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. (26/04/2019).


Menurut penjelasan Rudi haryono, analisis butir soal secara kualitatif menekankan penilaian dari ketiga segi yaitu materi, konstruksi, dan bahasa. Sedangkan analisis kuantitatif yang  sering disebut dengan analisis item akan menghasilkan karakteristik atau parameter butir dan tes, yaitu: tingkat kesukaran, daya beda dan distribusi jawaban serta kunci setiap butir. Di samping itu juga  reliabilitas dan kesalahan pengukuran  dalam tes.


Pada umumnya, dalam penjelasan Rudi, analisis butir soal diantaranya bertujuan untuk mengidentifikasi soal, sehingga akan diperoleh gambaran mana soal-soal dengan tingjat klasifikasi kurang baik, sedang atau baik. Sehingga ketika telah diperoleh penilaian tentang soal-soal tersebut akan dapat diperbaiki jika ternyata tidak sesuai atau kurang baik.


Analisis butir soal pada intinya adalah menilai soal.  Dalam pandangan Rudi, biasanya kelemahan  dalam  butir soal  pterletak pada ada konstruksi soal. Soal yang konstruk dengan tidak baik, maka akan menghasilkan soal yang tidak baik juga.


Dengan mengutip pendapat Asmawi, ia menerangkan bahwa seperangkat soal, sebelum diujikan ke siswa perlu dilakukan analisis.  Dengan melakukan analisis maka akan dapat diketahui kekuatan dan kelemahan tiap butir soal sehingga  dapat diperbaiki, memudahkan bagi pembuat soal dalam  bidang tertentu, dapat mengetahui adanya masalah dalam butir soal, seperti kesalahan dalam meletakkan kunci jawaban, soal terlalu sukar atau terlalu mudah dan memudahkan bagi pembuat soal untuk menyusun soal pada kelompok siswa pada saat yang berbeda.


Materi praktik analisis butir soal tersebut sangat menyedot perhatian peserta. Beberapa peserta diklat yang mempresentasikan hasil kerjanya dalam membuat soal  mendapatkan masukan yang berharga dari widyaiswara sehingga  mereka lebih memahami bagaimanan membuat soal yang baik.(AF)