Berita


Redaktur Web
2018-07-16 14:02:42
KEPALA BADAN BERHARAP AGAR GURU BISA TERAPKAN TIGA PILAR PENTING

BDKSURABAYA – Guru sangat berperan dalam mencetak generasi mendatang agar menjadi generasi yang sukses. Untuk itu guru diharapkan menerapkan tiga pilar penting ketika menjalankan fungsinya memberikan pendidikan dan pengajaran bagi siswa. Demikian sambutan pengarahan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Abd. Rahman Mas’ud, ketika memberikan sambutan dan membuka secara resmi 8 angkatan diklat. yaitu Diklat Tata Naskah Dinas, Diklat Teknis Pengelolaan Madrasah, Diklat Guru SKI MTs, Bahasa Arab MTs, Geografi MA, Sosiologi MA, Lesson Study dan Diklat Keluarga Sakinah bagi Kepala KUA (16/07/2018).


Kepala Badan menjelaskan bahwa pilar pertama yang perlu diterapkan guru adalah menjadi seorang motivator. Motivator mempunyai tugas memberikan motivasi yang baik terhadap diri sendiri, keluarga dan anak didiknya. Sebelum memotivasi orang lain, menurut Kepala Badan, idealnya guru mampu memotivasi diri terlebih dahulu dan anak-anaknya. Motivasi seorang guru akan mampu mengubah anak didik yang pada awalnya tidak mengerti menjadi mengerti, dari yang tidak tahu menjadi tahu dan dari prestasi yang kurang baik menjadi baik.


Pilar kedua menurut Kepala Badan adalah  guru harus bisa berperan sebagai direktur (pembimbing). Direction artinya membimbing dan mengarahkan, yaitu mengarahkan anak didik menuju masa depan yang perlu mereka capai. Fungsi guru sebagai direktur akan membuat anak didik  berada pada arah yang lurus, arah yang benar.


Pilar ketiga, guru harus bisa menjadi inspirator, yaitu mampu menginspirasi anak didiknya. Peran inspirator guru membuat anak didik menyadari akan masa depannya sehingga mereka akan belajar lebih keras lagi. Tokoh-tokoh seperti  Nabi, walisongo dan para  ulama  juga telah menerapkan ketiga pilar tersebut, mereka adalah seorang motivator, direktur dan inspirator bagi umatnya.











Upacara pembukaan yang diikuti oleh 280 peserta dan dihadiri oleh Kepala Balai Diklat Keagaman Surabaya, Muchammad Toha, pejabat eselon IV, widyaiswara dan panitia pelaksana tersebut diakhiri dengan penyematan tanda peserta dan do’a.(AF)