Berita


Redaktur Web
2018-01-24 11:36:26
QURROTA A’YUN: PERLU  MENINGKATKAN  BATAS TOLERANSI UNTUK HADAPI STRESS KERJA

BDKSURABAYA – Stress kerja adalah kondisi yang tak terhindarkan dari seorang pegawai. Dalam perjalanan karir pegawai, kemungkinan besar ia akan dihadapkan pada kondisi stress.  Pekerjaan yang terus dan menumpuk dalam waktu yang bersamaan akan cenderung menimbulkan stress. Demikian pernyataan Qurrota A’yun saat diwawancarai. (24/01/2018)



Menurut A’yun, dalam kadar yang rendah, stress biasanya akan bisa meningkatkan kinerja pegawai, namun dalam tingkat yang tinggi stress akan sangat menurunkan kinerja pegawai. Dalam pandangan A’yun, stress akan terjadi  akibat dari pekerjaan dan di luar pekerjaan. Kelebihan beban  kerja atau kekurangan bebean kerja bisa memicu timbulnya stress.



Pegawai dengan kelebihan beban kerja ditunjukkan dengan bermacam-macamnya tugas dan tanggung jawab pegawai  yang perlu diselesaikan pada saat yang bersamaan. Sedangkan kekurangan beban kerja diwujudkan dalam bentuk terlalu ringan dan sederhananya tugas dan tanggung jawab pegawai sehingga pegawai merasa tidak diberdayakan.



Untuk menghadapi stress, menurut A’yun seseorang harus berpikir positif, banyak bersosialisasi dengan rekan kerja dan meluangkan waktu senggang untuk sekedar santai dan membuang kepenatan. Di samping itu, seseorang perlu meningkatkan batas toleransi terhadap stress dengan cara menganggap masalah yang dhadapi adalah masalah biasa dan adanya keyakinan bahwa masalahnya akan dapat terselesaikan. “Perlu meningkatkan toleransi untuk hadapi stress kerja,’ ujarnya. Perlu juga mengatur waktu  agar pekerjaan yang ditangani tidak menumpuk pada saat yang bersamaan. Untuk mereka yang kekurangan beban kerja, maka perlu berbenah diri dan meningkatkan kompetensi agar dipercaya dan mampu untuk menyelesaikan pekerjaan. (AF)