Berita


Redaktur Web
2019-05-25 10:18:21

BDKSURABAYA – Hari terakhir dari  pelaksanaan diklat di Balai Diklat keagamaan Surabaya diisi  dengan  penyampaian materi pembangunan bidang agama oleh Guru Besar Fakultas Dakwah UIN Sunan Ampel  Surabaya, Nur Syam (25/05/2019).



Dalam paparannya ia menjelaskan bahwa jika guru di madrasah berkualitas, maka madrasah akan berkualitas pula sehingga akan menghasilkan madrasah yang bermartabat. Untuk menjadi  guru yang berkualitas maka mereka harus  memahami tantangan pendidikan saat ini. Menurutnya pendidikan saat ini menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 di mana teknologi informasi  sudah menjadi bagian dari kehidupan, seperti ssistem android yang sedang  digemari oleh anak-anak sekarang.



Gaya belajar anak-anak saat ini sangatlah berbeda. Tipe anak-anak saat ini,  lanjut Nur Syam,  mereka  lebih menyukai belajar dari pengalaman (based on experience), berkecenderungan berpetualang (explorer), cenderung bersfiat instan dan simpel, dan lebih menyukai mencari pengetahuan lewat google dibandingkan melalui buku teks.



Dalam pandangannya, anak-anak sekarang lebih suka bersifat kolaboratif, yaitu bekerja dalam kelompok dibandingkan sendirian,  bersifat multitasking dan mempunyai banyak skill. Sedangkan untuk gaya hidupnya, mereka lebih suka menggunakan aplikasi berbasis android untuk berbelanja dan menjalankan aktivitas kehidupan lainnya.



Oleh karena itu, Guru besar yang pernah menjabat sebagai Sekjen Kemenag tersebut  menyarankan agar guru mengikuti perkembangan teknologi dan menerapkannya dalam proses   pendidikan di madrasah. Dengan mengutip pendapat Jack Ma, ia  berpesan: “ jangan ajarkan anak-anak kita bersaing, namun ajarkan anak-anak kita pendidikan yang unik, ajari nilai-nilai kejujuran dan kebaikan, ajari percaya pada kebenaran, ajarkan kebebasan berkreasi, ajari sosial yang baik, jangan ikuti berita bohong, ajari teamwork dan ajari peduli dengan orang lain” .



Usai materi tersebut, Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muchammad Toha menutup diklat  dengan memberikan pesan agar peserta tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (AF).