Berita


Redaktur Web
2018-07-24 14:03:20
NINIK: LESSON STUDY ITU BAGUS, NAMUN RELATIF JARANG YANG MELAKSANAKAN

BDKSURABAYA: Lesson study merupakan sebuah cara yang bisa diterapkan oleh guru untuk mengatasi masalah praktik pembelajaran yang kurang efektif yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru melalui tahapan plan, do, see dan act. Demikian penjelasan Ninik Supriyati, widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya (24/07/2018).


Ia menguraikan bahwa tujuan lesson study adalah : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar; (2) memberikan kemanfaatan bagi guru lain dalam melaksanakan pembelajaran; (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis, dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya.


Menurutnya lesson study difokuskan pada pengamatan terhadap siswa, bukan pada guru model, sehingga ketika praktik lesson study, pada saat observasi, para guru yang bertindak sebagai observer fokus mengamati sikap dan perilaku siswa saat proses pembelajaran. Mereka bisa mencatat, memfoto dan merekam sikap dan perilaku siswa. Dalam lesson study perilaku siswa adalah cerminan guru selama proses pembelaajran.


Bagi Ninik, ada beberapa manfaat jika guru menerapkan lesson study yaitu mereka dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya, memperoleh umpan balik dari guru lainnya dan  dapat mempublikasikan dan mendeseminasikan hasil akhir lesson study. Di samping itu, kegiatan tersebut juga bermanfaat bagi kepala sekolah atau madrasah terutama dalam menentukan kebijakan yang diterapkan.


Meskipun lesson study dipandang memberikan kemanfaatan yang banyak, namun menurut Ninik, jarang sekolah atau madrasah menerapkannya. “Lesson study itu bagus, namun relatif jarang yang melaksanakan,’ ujarnya. Menurut survei yang ia lakukan terhadap peserta diklat, hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya masalah jadwal pelaksanaan lesson study. Lesson study membutuhkan waktu tersendiri dan melibatkan beberapa guru, sedangkan jadwal mereka seringkali berbenturan dan terbatas  karena sibuk dengan tanggung jawabnya masing-masing. Selain itu itu, kurang adanya komitmen dari kepala madrasah dalam menerapkan lesson study juga menjadi faktor utama. (AF).