Berita


Redaktur Web
2019-01-22 12:46:10

BDKSURABAYA -  Diklat yang diselenggarakan oleh lembaga diklat diharapkan bermutu, tak terkeculai Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Sebagai lembaga diklat  yang menjadi UPT Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI, Balai Diklat Keagamaan Surabaya  dituntut mampu memenuhi harapan stakeholdernya, yang berada di wilayah Kemenag se- Jawa Timur. Harapan tersebut diantaranya mampu menyajikan produk diklat yang bermutu  agar berdampak positif pada peningkatan kinerja Lembaga. Demikian penjelasan Ninik Supriyati, widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya (22/01/2019).


Menurutnya, salah satu kegiatan yang bisa dijadikan acuan bagi peningktaan mutu diklat adalah  evaluasi pasca diklat (EPD). Evaluasi yang bertujuan untuk melihat kompetensi alumni diklat tersebut  menjadi gambaran kasar bagi Lembaga diklat untuk meningkatkan mutu diklat, karena dalam evaluasi pasca diklat ada beberpa indikator  dari kompetensi diklat, yang  meliputi aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Dengan melihat  hasil kuesioner yang dinilai rendah oleh responden, hal tersebut menujukkan bahwa perlunya perbaikan mutu pada spek tertentu. ‘Hasil EPD adalah referensi bagi kita untuk tingkatkan mutu diklat” ujar Ninik.


Di samping kesimpulan umum dari EPD yaitu, melihat tingkat kompetensi alumni, yang bisa diwujudkan dalam bentuk indeks, anaisis indikator yang dinilai rendah oleh responden juga perlu mendapatkan perhatian.  Selain itu, saran-saran dari  responden  juga perlu dipertimbangkan untuk melengkapi  upaya  dalam peningkatan mutu diklat.


Kegaiatan-kegiatan yang bersifat  evaluasi seperti survey kepuasan customer menurut ninik perlu dilaksankaan secara kontinyu agar  sebuah lembaga diklat membenahi diri secara terus menerus, dimulai dari hal-hal yang kecil sampai pada hal-hal yang besar.(AF).