Berita


Redaktur Web
2018-12-03 11:12:24
DDWK GELOMGANG TERAKHIR DILAKSANAKAN DI LIMA WILAYAH

BDKSURABAYA –Diklat di wilayah kerja (DDWK) yang menjadi kegiatan terakhir Balai Diklat Keagamaan  Surabaya dilaksankaan di lima wilayah, yaitu Jember, Ponorogo, Tulungagung, Sumenep dan Bondowoso.  Dikkat tersebut terdiri dari DDWK Revolusi Mental yang diselenggarakan di IAIN Jember dan Ponorogo; Diklat Teknis Substantif Hisab Rukyat di Kankemenag Kab. Tulungagung dan Diklat Teknis Substantif Kompetensi Penyuluh Agama Non PNS di Sumenep dan Bondowoso. (03/12/2018).


Diklat yang secara serentak dibuka pada hari ini oleh rektor (untuk IAIN Jember dan Ponorogo) dan Kepala Kankemenag (untuk Tulungagung, Sumenenp dan Bondowoso)  tersebut akan berakhir pada 7 Desember (untuk Diklat Revolusi Mental) dan 8 Desember mendatang untuk diklat lainnya.


Pesan-pesan pembangkit semangat disampaikan  oleh rektor dan kepala Kankemenag ketika membuka kegiatan. Rata-rata mereka menyampaikan bahwa Aparatur Sipil Negara Negara baik yang PNS maupun Non PNS mempunyai posisi penting di unit kerjanya. Kehadirannya menjadi sangat berararti karena ikut menyumbang kinerjanya untuk Kementerian Agama. Karenanya ASN perlu terus mengembangkan diri dengan belajar dan mengupdate ilmu karena  akan menunjang kinerjanya di tempat kerja. Namun kinerja tersebut perlu diudukung dengan sikap mental yang baik, sehingga  penting untuk mengikuti kegiatan seperti DDWK Revolusi Mental.


Peran penting ASN tidak hanya dimiliki PNS, namun juga non PNS seperti penyuluh Agama. Perannya di masyarakat sangat strategis karena menjadi juru penerang  masyarakat.  Penyuluh menurut Kepala Kankemenag menjadi garda terdepan Kemenag di masyarakat sehingga diharapkan memberikan penerangan dan penyuluhan yang bersifat menyejukkan. Di samping itu penyuluh diharapkan mempunyai andil dalam menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa.


Kegiatan diklat yang sekaligus menjadi penutup dari kegiatan Balai Diklat Keagamaan Surabya tersebut ditangani oleh panitia dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya dibantu panita setempat.(AF).