Berita


Redaktur Web
2019-05-03 09:12:13

BDKSURABAYA -  Agar SDM tidak kadaluwarsa maka perlu selalu diupgrade kompetensinya dengan cara terus belajar dan mengupdgrade cara bekerja. Demikian penggalan penjelasan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Kapusdiklat) Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan  Kemnterian Agama RI, Mahsusi  ketika memberikan materi di Rapat Koordinasi (Rakor) Kediklatan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya yang diselenggarakan di Hotel Santika, Gresik.(03/05/2019)


Dalam uraiannya, ia menyampaikan bahwa salah satu cara untuk upgrade kompetensi SDM adalah  dengan menyelenggarakan diklat, namun jenis diklatnya adalah diklat yang benar-benar  bermanfaat bagi peserta, sedangkan diklat yang tidak memberikan kemanfaatan yang nyata perlu dihilangkan. Usai diklat, para alumni diklat juga perlu segera diberdayakan. Untuk itu rakor kediklatan  menjadi media penting dalam menentukan diklat yang benar-benar dibutuhkan stakeholder.


Di samping itu, menurut penjelasan Kapusdiklat, diklat yang disleenggarakan haruslah bermutu. Saat ini masyarakat telah peduli dengan mutu, sehingga ketika sesuatu tidak bermutu maka akan mereka tinggalkan. Untuk meujudkan diklat yang bermutu,  perlu adanya penataan sistem (software), penataan sarana prasarana (hardware) dan pengembangan SDM kediklatan.


Ketiga komponen tersebut perlu dikembangkan grand design agar  mencapai standar mutu yang diharapkan. Dalam grand design pengembangan sistem, dilakukan kegiatan yang saling  terklait, terdiri dari  analisis kebutuhan diklat, pengembangan instrumen diklat, perencanaan diklat, pelaksanaan diklat dan evaluasi diklat. Dalam grand design pengembangan sarana meliputi kegiatan analisis kebutuhan sarpras, pengadaan sarpras, pemeliharaan sarpras dan evaluasi sarpras. Sedangkan dalam grand design pengembangan SDM mecakup  kegitaan analisis kebutuhan SDM, rekruitmen SDM, pengembangan kompetensi SDM, pemberdayaan SDM dan evaluasi kinerja SDM. (AF).