Berita


Redaktur Web
2019-03-19 13:25:05

BDKSURABAYA – Di hadapan peserta diklat  yang tersebar di 9 Balai Diklat  Keagamaan, Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin memberikan arahan melalui video converence dari Pusdiklat Kementerian Agama (Kemenag) , Ciputat Jakarta (19/03/2019).



Dalam arahan tersebut Menag mengajak seluruh peserta diklat yang rata-rata adalah penyuluh agama Islam untuk menempatkan diri pada koridor yang moderat, tidak berlebihan, kekanan atau ke kiri. Menurutnya moderasi  dalam beragama semakin memiliki tingkat urgensi dan relevansi yang tinggi. “Moderasi itu cara kita beragama, bukan agamanya,”



Menurutnya semangat beragama itu bukan memojokkan, mengucilkan orang dan mengkotak-kotakkan karena  karakter agama adalah mengayomi. “Justeru kita berbeda- beda maka dibutuhkan persatuan. Moderasi beragama itu tidak hanya menjadi kebutuhan yang dikenal bangsa yg beradab, namun juga dunia,” tegas Menag.  



Di samping itu Menag mengajak kepada seluruh ASN Kemenag untuk tegar, sabar dan tidak putus asa menanggapi peristiwa yang mencoreng nama Kemenag akhir-akhir ini. Peristiwa tersebut menurutnya bisa menjadi pelajaran sekaligus peringatan keras untuk semakin tersemangati dalam penegakan intergitas  karena penerapan 5 nilai budaya kerja adalah sebuah proses yang tidak akan berakhir.



Video converence yang  berlangsung sekitar 1 jam tersebut diikuti oleh Balai  Diklat Keagamaan Banjarmasin, Makassar, Palembang, Semarang, Padang, Bandung, Medan, Denpasar dan Surabaya. Pada 9 Balai Diklat  tersebut sedang dibuka diklat kepemimpinan, diklat untuk tenaga administrasi,  teknis Pendidikan dan keagamaan. (AF).