Berita


Admin Website BDK Surabaya
2016-07-25 07:10:12

BDKSURABAYA.kemenag.go.id – Diklat Prajabatan untuk Tenaga Honorer K1/K2 golongan I dan II yang berlangsung sejak 19 Juli lalu ditutup hari ini, Senin 25 Juli 2016 oleh Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya, H. Muchammad Toha. Kegiatan yang diikuti oleh 160 peserta tersebut ditutup setelah mereka mengikuti ujian secara serentak di aula Balai Diklat Keagamaan Surabaya.

            Pada sambutan pengarahannya, kepala BDK menitipkan 4 pesan kepada seluruh peserta. Pertama, BDK Surabaya membuka pintu seluas-luasnya bagi lembaga pemerintah dan swasta yang ingin mengadakan diklat kerja sama; apalagi bagi peserta yang notabene sebagai ASN Kemenag. BDK Surabaya adalah satu-satunya lembaga yang bertanggung jawab terhadap pendidikan dan pelatihan Aparatur Sipil Negara di wilayah kerja Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur yang telah berpengalaman dan terpercaya dalam melaksankan diklat.

          Kedua, Peserta diharapkan menunjukkan rasa syukurnya kepada Allah S.W.T. dengan cara menampilkan kinerja terbaiknya bagi Kementerian Agama. Menurutnya, status sebagai PNS adalah berkat ridho-Nya dan ridho tersebut dapat dicabut ketika tidak berkinerja dengan baik.

            Ketiga, peserta diharapkan menjaga sikap dan perilakunya di masyarakat. Menjadi ASN Kemenag menurut kepala BDK sangat berbeda dengan ASN di luar Kemenag karena ada embel-embel agama di dalamnya. Maka perilaku ASN Kemenag akan selalu dikaitkan dengan institusi yang melekat padanya tidak hanya dipandang secara personal oleh masyarakat.

           Keempat, menjadi ASN Kemenag diharapkan tidak menambah masalah baru di rumah besar Kemenag. Menurut Kepala BDK sangatlah tidak pantas bagi seorang ASN Kemenag namun kontra terhadap institusinya atau justeru menimbulkan konflik internal pada lembaga. Idealnya, sebagai ASN Kemenag haruslah menjadi juru damai bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. “Tidaklah pantas bagi ASN Kemenag namun mentoghut-toghutkan pemimpinnya,” urai Kepala BDK.(AF).