Berita


Redaktur Web
2019-06-18 10:59:29

BDKSURABAYA – Salah satu materi inti dalam Diklat penyuluh Agama Non PNS yang dilaksanakan di kantor Kemenag Kab. Blitar adalah Materi Substansi Agama. Materi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang sumber hukum agama dan menggunakan sumber hukum agama dalam praktik penyuluhan tersebut diberikan oleh Khobibah, widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya (18/06/2019).



Dalam paparannya, Khobibah  menjelaskan tentang sejarah singkat perkembangan agama, dogma dan doktrin dalam agama Islam, kandungan kitab suci Al Qur’an dan  inventarisasi permasalahan yang dihadapi penyuluh dalam menjalankan tugasnya.  Paparan tersebut banyak mendapatkan respon peserta diklat, terutama yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi mereka di lapangan.



Dari uraian yang disampaikan oleh peserta, ternyata banyak permasalahan yang dihadapi penyuluh dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat binaan.  Kebanyakan permasalahan tersebut berkaitan dengan strategi penyuluhan, yaitu bagaiamana penyuluhan tersebut dapat tersampaiakan kepada masyarakat binaan.  Menurut peserta, terkadang ada permasalahan  yang bersifat teknis yang akan berdampak pada keefektifan penyluhan, misalnya cara mendekati tokoh agama setempat, tokoh masyarakat dan orang-orang yang berpengaruh dalam  masyarakat.



Untuk menghadapi permasalahan tersebut, Khobibah menjelaskan bahwa diperlukan kreativitas dan teknik-teknik jitu dalam menghadapi tokoh-tokoh yang berpengaruh di masyarakat, misalnya dengan mempelajari kebiasaan, kesenangan dan hobi dari tokoh tersebut sebagai pintu masuk dalam menjalin ukhuwah telah terbuka. Ketika hubungan persaudaraan telah terjalin, maka biasanya penyuluh akan mudah diterima mereka sehingga program penyluhan akan dapat terlaksana



Materi tersebut cukup menyedot perhatian peserta. Semua peserta begitu antusias  karena mereka mendapatkan pencerahan dan solusi dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi di lapangan. (AF)