Berita


Admin Website BDK Surabaya
2016-09-01 08:29:28

BDKSURABAYA.kemenag.go.id- Peserta Diklat Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat IV Angkatan XXIII Balai Diklat Keagamaan Surabaya saat ini telah siap dengan Rancangan Proyek Perubahan (RPP). Beberapa judul tentang rancangan proyek perubahan telah mereka dapat saat off kampus (Membangun Komitmen Bersama) tanggal 20 s.d. 28 Agustus lalu.

            Menurut Ketua Panitia yang sekaligus sebagai Kasi Diklat Tenaga Administrasi, Muslimin, ketika off kampus tahap I (breakthrought I) peserta diminta untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada pada unit kerjanya untuk selanjutnya dipilih masalah yang penting dan layak menjadi proyek perubahan. Setelah itu dibuat judul RPP yang telah disetujuai oleh mentor pada unit kerjanya masing-masing. Rancangan proyek perubahan tersebut akan diseminarkan pada tanggal 19 September 2016 mendatang.

             Kesiapan peserta dalam pembuatan proposal RPP dinyatakan Subaidi, peserta dari KUA Kec. Burneh Kankemenag Kab. Bangkalan. Ia membuat RPP dengan judul “Optimalisasi Fungsi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) sebagai Media Informasi Digital”. Menurutnya, selama ini aplikasi SIMKAH belum dioptimalkan padahal mempunyai banyak kelebihan. Masih banyak fitur-fitur yang belum dimanfaatkan. Hanya fungsi dasarnya saja yang digunakan, misalnya hanya untuk entry data dan mencetak buku nikah. Ia menjelaskan bahwa selama ini informasi tentang Nikah dan Cerai (NC) hanya ditempelkan pada papan pengumuman sehingga hanya bisa dilihat oleh orang-orang tertentu yang memang membutuhkan informasi tersebut.

              Dengan mengoptimalkan SIMKAH dalam rancangan Subaidi, maka informasi tentang NC bisa dilihat di monitor 52 inchi yang akan disediakan di ruang resepsionis pada KUA. Monitor touchscreen tersebut akan diintegrasikan dengan aplikasi SIMKAH sehingga banyak menu yang bisa dipilih oleh masyarakat yang akan menggunakannya, misalkan informasi tentang nikah dan cerai atau tentang kemasjidan. "Data tentang nikah bisa langsung diakses masyarakat dengan cepat, misalnya data pengantin beserta foto, kapan menikah, tempatnya di mana dan petugasnya siapa. Data tersebut diambil dari aplikasi SIMKAH. Masyarakat tinggal pencet pada layar dan data yang diinginkan akan muncul," ujar Subaidi. Selain di layar monitor, aplikasi SIMKAH akan dihubungkan dengan facebook sehingga informasi tentang orang nikah dan cerai dapat diakses oleh masyarakat luas, tidak hanya di Kecamatan Burneh.

            Di samping menyajikan data tentang nikah dan rujuk, dalam monitor tersebut terdapat survey kepuasan masyarakat dan kotak saran. Melalui layar touchscreen masyarakat bisa memberikan opininya tentang tingkat kepuasan atas layanan KUA dan menuliskan sarannya. Untuk merealisasikan RPP tersebut secara teknis Subaidi akan memberdayakan pegawai di tempat tugasnya yang saat ini mempunya kompetensi di bidang tersebut.

            Peserta dari Kankemenag Kab. Magetan, Sutrisno  menyatakan kesiapannya dalam membuat dan mempresentasikan RPP. Setelah off kampus, atas saran mentor, ia diminta untuk menangani masalah kearsipan. Karenanya, ia  membuat judul “Optimalisasi Penyimpanan Dokumen dan Arsip dengan Sistem Digital”. Menurut Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) tersebut sistem digital dipandang lebih efisien. Namun hal tersebut bukan berarti meninggalkan sistem manual yang selama ini diterapkan.  Ia juga akan menerapakan pelayanan program digital seperti survey mengenai kepuasan konsumen. Seperti Subaidi, pada ruangan resepsionis akan disediakan layar monitor yang bisa digunakan masyarakat untuk memberikan pendapatnya tentang layanan Kemenag Kab. Magetan. Dengan proyek perubahan tersebut diharapkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat akan meningkat.

                Peserta yang saat ini menjabat sebagai Kasi Pendma Kankemenag Kab. Gresik, Moh. Nasim juga menyatakan kesiapannya dalam membuat RPP. Menurutnya, sejalan dengan PMA Nomor 13 tahun 2012 tupoksi seksi Pendma adalah melakukan pelayanan, bimbingan, dan pengelolaan sistem informasi di bidang pendidikan. Oleh karena itu, ia mengambil judul “Optimalisasi Peran Seksi Pendidikan Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Madrasah”. Dalam jangka pendek, yang akan ia laksanakan adalah penertiban administrasi yang berkaitan dengan keberadaan Kelompok Kerja Madrasah (KKM). Ia memandang bahwa selama ini keberadaan KKM belum ditngani dengan baik, misalnya soal penerbitan SK untuk KKM. Selanjutnya akan memberdayakan KKM sebagai salah satu media komunikasi dan informasi pendidikan bagi guru madrasah. Di samping itu, ia berencana akan terjun ke madrasah untuk melakukan pembinaan dengan melibatkan kelompok kerja pengawas, komite dan yayasan pendidikan Islam. (AF).