Berita


PBSDP
2017-11-09 14:55:25
TOHA: PEMIMPIN PERLU MEMPUNYAI TIGA SKILL

BDKSURABAYA.kemenag.go.id – Seorang pemimpin dalam sebuah organisasi diharapkan mempunyai skill tertentu agar mampu menjalankan tugasnya. Paling tidak, ia mempunyai tiga keterampilan, yaitu conceptual skill, human skill dan technical skill, demikian penjelasan Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muchammad Toha ketika diwawancarai (09/11/2017). Ketiga keterampilan tersebut porsinya berbeda tergantung dari pada posisi mana pemimpin tersebut berada.



Menurutnya, Untuk pemimpin puncak, mereka lebih dituntut untuk mempunyai keterampilan konseptual (conceptual skill) dengan porsi yang lebih besar dibandingkan human skill dan technical skill. Tugas-tugas  seperti merumuskan kebijakan, menyusun strategi dan visi misi organisasi akan lebih sering mereka temui. Namun bukan berarti mereka tidak membutuhkan keterampilan hubungan antar manusia dan keterampilan teknis. Dalam kondisi tertentu, pimpinan puncak juga perlu memahami kedua keterampilan tersebut.



Sedangkan pemimpin pada level menengah, dalam pandangan Toha, mereka akan  banyak berhuungan dengan tugas-tugas  yang menuntut dia mampu berkomunikasi dan menjalin hubungan dengan orang lain.  Pemimpin pada tingkatan menengah adalah sebagai mediator dan penyambung lidah dari pemimpin pada tingkatan rendah dengan pemimpin puncak. Mereka yang berada pada level ini diharapkan bisa menerjemahkan keijakan dan strategi yang dirumuskan pemimpin puncak menjadi pekerjaan yang bersifat operasional. Di samping itu mereka juga perlu mempunyai keterampilan konseptual dan teknis meskipun dalam porsi yang lebih sedikit dibandingkan keterampilan hubungan antar manusia.



Untuk pemimpin pada tingkatan lini atau supervisor yang langsung menangani bawahan, mereka diharapkan mempunyai keterampilan teknis yang cukup memadai. Tanpa hal itu, mereka tak akan mampu memberikan solusi ketika para bawahannya menghadapi masalah pekerjaan yang bersifat teknis. Sedangkan keterampilan konseptual dan hubungan antar manusia perlu mereka miliki dalam porsi yang lebih sedikit.



Menanggapi perannya sebagai pemimpin di Balai Diklat keagamaan Surabaya, Toha menyampaikan bahwa ketiga keterampilan tersebut sangat dibutuhkan. Conceptual skill dan human skill sangatlah dibutuhkan bagi seorang Kepala Balai, namun juga perlu memiliki technical skill dalam porsi yang lebih sedkit. Memahami tentang techncal skill baginya juga sangat bermanfaat karena pemimpin akan lebih bisa berempati terhadap bawahan. (AF).