Berita


Redaktur Web
2019-03-13 12:04:01

BDKSURABAYA -  Melalui video conference, Kepala Badan Litbang dan Diklat (Balitbangdiklat) Kementerian Agama RI, Abdurahman Masu’d menjelaskan bahwa sukses tidaknya peserta diklat tidak diukur secara pribadi, melainkan diukur  dari dampaknya  terhadap lembaga. Hal tersebut disampaikan kepada peserta diklat Kepemimpinan Tingkat IV Mahkamah Agung yang diselenggarakan di Balai Diklat Keagamaan Surabaya (13/03/2019).


Menurut Kepala Balitbangdiklat, proyek perubahan yang baik adalah propyek perubahan yang memberikan dampak lebih baik bagi unit kerja peserta. Untuk mewujudkannya, ia menyarankan agar peserta selalu berkonsultasi dengan mentor, coach dan widyaiswara. Di samping itu, proyek perubahan yang ideal, dalam pandangannya adalah proyek perubahan yang disusun berdasarkan kebutuhan (need) yang ada di unit kerja dan bersifat berkesinambungan. Karenanya, propyek perubahan menurutnya perlu direncanakan dengan baik. “Jika gagal dalam planning, berrarti mempersiapkan kegagalan,” tegasnya.


Bagi orang nomor satu di Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI tersebut proyek perubahan bisa mnejadi momen penting, baik bagi pribadi peserta maupun bagi lembaga tempatnya bekerja, yaitu momen perubahan. Keberadaan peserta di unit kerja diharapkan mampu meningkatkan kinerja lembaga, karena  seorang Aparatur Sipil Negara akan dilihat dari kinerjanya. (AF).