Berita


Redweb
2018-03-05 12:39:23
SEJUMLAH 105 PENYULUH AGAMA NON PNS DAN 105 GURU MTS IKUTI DIKLAT

BDKSURABAYA.kemenag.go.id -  Sebanyak 105 Penyuluh agama Non PNS  dan 105 Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) mendapat giliran untuk  megikuti diklat di daerahnya masing-masing.   Mereka akan mengikuti proses pembelajaran di Kankemenag setempat  selama 6 hari tanpa harus meninggalkan keluarga.



Kegiatan yang dibiayai dari dana DIPA Balai Diklat Keagamaan Surabaya  tersebut dibuka  pada hari ini (05/03/2018) pada 6 Kankemenag Kab. di Jawa Timur, yaitu Kab. Bangkalan, Kediri, Jombang, Bojonegoro, Situbondo dan Bondowoso.



Enam kegiatan  tersebut dibuka secara resmi oleh kepala kantor Kemenag masing-masing dengan upacara pembukaan. Ketika memberikan sambutan, rata-rata kepala Kankemenag menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap agar Balai Diklat Keagamaan Surabaya sering menyelenggarakan kegiatan diklat di daerah.  Mereka juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti diklat dengan tertib dan disiplin sehingga  mampu memahami ilmu yang  disampaiakan oleh widyaiswara secara komprehensif.



Para penyuluh dan guru MTs yang mengikuti diklat tersebut  adalah mereka yang belum pernah mengikuti diklat selama 4 tahun terakhir. Hal ini bertujuan untuk pemerataan dalam penyebaran ilmu pengetahuan sehingga yang mengikuti diklat tidak hanya pegawai tertentu.



Mereka akan dibekali ilmu pengetahuan sesuai dengan bidang yang ditangani. Untuk penyuluh agama non PNS akan dibekali materi inti yang terdiri dari: Tugas dan Fungsi Penyuluh Agama, Wawasan Kebangsaan, Revolusi Mental, Materi Substansi Agama, Kerukunan Umat Beragama dan  Komunikasi Penyuluh Agama. Di samping itu, mereka juga akan diberikan materi dasar dan penunjang.



Sedangkan untuk guru MTs akan diberikan materi inti yang membahas tentang penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), meliputi Strategi Literasi dalam Pembelajran,  Konsep Dasar Pelaksanaan Pembelajaran, Pemetaan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar, Pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi (HOTS), Penyusunan Instrumen Penilaian (HOTS), Penyusunan Perencanaan Pembelajaran dan  Simulasi Perencanaan Pembelajaran. Mereka juga akan menerima materi dasar dan penunjang.



Diklat yang akan berakhir pada 10 Maret tersebut ditangani oleh panitia dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya dan panitia lokal dari Kankemenag setempat. Sedangkan tenaga pengajarnya terdiri dari widyaiswara  dan pejabat Balai Diklat Keagamaan Surabaya serta pejabat pada Kankemenag setempat. (AF).