Berita


Redaktur Web
2018-06-29 09:48:36
NUR LAILI: NILAI KEIHLASAN PERLU DIBIASAKAN DALAM LINGKUNGAN KERJA

BDKSURABAYA- Salah satu tujuan bekerja adalah memperoleh penghasilan. Dari penghasilan tersebut seorang pegawai dapat memberi nafkah pada keluarganya. Namun hal itu bukan berarti seorang pegawai dibenarkan untuk selalu menghitung-hitung pekerjaannya dengan perolehan pendapatan atau potensi perolehan pendapatan di masa mendatang. Pegawai memperoleh imbalan berupa gaji dan tunjangan adalah sesuatu yang logis dan sangat dibenarkan. Yang kurang benar adalah ketika  dalam pikirannya selalu  memperhitungkan jerih payahnya dengan nilai finansial, sehingga dalam proses tersebut ia kehilangan nilai keihlasan. Padahal nilai keihlasan tersebut yang akan membentuk tim kerja yang handal. Demikian penjelasan Nur Laili, Aparatur Sipil Negara balai diklat Keagamaan Surabaya. (29/06/2018).



Nilai keihlasan pada individu tersebut menurut Laili, juga akan mendorong timbulnya sikap membantu antar pegawai. Mereka akan memandang bahwa proses pekerjaan dalam lembaga adalah tanggung jawab bersama, sehingga kesulitan pekerjaan yang ada pada rekan kerjanya adalah kesulitan bersama. Dalam kesehariannya pegawai yang sudah terbiasa dengan penerapan nilai keihlasan cenderung tidak egois, baik dalam hubungan antar teman maupun hal yang menyangkut pekerjaan. Sebaliknya ketika nilai keihlasan tidak hadir pada diri pegawai, maka ia tak akan mau membantu temannya yang mengalami kesulitan dalam pekerjaannya karena menurutnya bukan tugasnya. Ia juga akan enggan berbagi pengetahuan sehingga proses pembelajaran dalam lingkungan kerja bisa terhambat.



Dalam pandangan Laili nilai keihlasan perlu menjadi sebuah kebiasaan. “ Nilai keihlasan perlu dibiasakan dalam lingkungan kerja,” ujarnya. Pembiasaan nilai keihlasan tentunya perlu diawali dengan adanya mengubah kebiasaan lama, menerapkan norma atau budaya baru yang dibentuk oleh  para pemimpin yang ada.  Para pemimpin menurutnya mempunyai posisi strategis  untuk menerapkan nilai keihlasan. Mereka adalah contoh bagi para bawahannya. Ketika  nilai keihlasan sudah dicontohkan, para bawahan cenderung akan meniru dan membiasakannya dalam bentuk sikap dan perilaku kerja sehari-hari. (AF).