Berita


PBSDP
2017-07-05 09:29:21
HIPNOTERAPI UNTUK MENINGATKAN MOTIVASI PEGAWAI

BDKSURABYA.kemenag.go.id -  Rangkian acara internal capacity building Balai Diklat Keagamaan Surabaya untuk hari kedua diisi dengan materi indoor  yang bertempat di Probolinggo. Materi yang berisi motivasi pegawai tersebut disampaikan oleh trainer Askan Setiabudi dari Tips Indonesia, perusahaan yang bergerak dalam bidang training  dan coaching.



Pada kesempatan tersebut Askan menjelaskan bahwa  keberkahan dari rizki yang kita peroleh akan membawa kita pada kenyamanan hidup. Maka ketika kinerja seorang pegawai tak sepadan dengan gaji yang diberikan pemerintah dalam arti kinerjanya bernilai lebih kecil maka tidak akan menimbulkan keberkahan. Tidak adanya keberkahan tersebut ditandai dengan kegelisahan, adanya masalah dan ketidaknyamanan seseorang dalam  kehidupannya.

Contoh-contoh cerita tentang keberkahan dari rizki disampaikan oleh Asnan sedangkan peserta training tampak mengiyakan apa yang  diuraikannya. Materi yang dikemas santai tapi serius tersebut dilanjut dengan pengenalan dasar-dasar hipnoterapi.Menurutnya teknik hipoterapi bisa digunakan untuk membuat orang menjadi lebih baik dengan cara memberikan sugesti di alam bawah sadar seseorang.

Baginya untuk meningkatkan semangat, mengatasi mental block, pobhia atau masalah lainnya dapat diselesaikan dengan terapi hipnosis (hipnoterapi). Metode tersebut menurutnya ditemukan oleh James Braid's (1843). Kata "Hipnosis" adalah kependekan dari istilah) "neuro-hypnotism", yang berarti "tidurnya sistem syaraf". seseorang yang berada pada kondisi hypnotic trance lebih terbuka terhadap sugesti dan dapat dinetralkan dari berbagai rasa takut berlebih (phobia), trauma ataupun rasa sakit. Menurutnya, seseorang yang mengalami hipnosis masih dapat menyadari apa yang terjadi di sekitarnya berikut dengan berbagai stimulus yang diberikan oleh terapis.

Seseorang yang sulit dihipnosis atau sulit mencapai kondisi trance, menurut Askan juga akan sulit menerapi diri sendiri (hypnoself), sedangkan mereka yang mudah mencapai kondisi trance akan dengan mudah melakukan hypnoself dan juga berbakat untuk menerapi orang lain. Biasanya mereka yang cenderung menggunakan otak kirinya akan sulit mencapai trance, sedangkan mereka yang menggunakan otak kanannya akan mudah mencapai trance.(AF).