Berita


Redweb
2018-01-12 14:40:51
ASN BDK SURABAYA:  PEMAHAMAN TERHADAP REKAN KERJA SANGAT DIBUTUHKAN DALAM KERJA KELOMPOK

BDKSURABAYA – Pekerjaan yang menjadi tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya seringkali dapat disleesaikan dengan model kerja kelompok. Penanganan diklat yang berada di dalam kantor maupun di  daerah adalah contoh pekerjaan yang harus diselesaikan dengan model kerja kelompok. Agar pekerjaan tersebut suskses, setiap anggota kelompok perlu memahami rekan kerjanya. Tanpa hal itu, pekerjaan hanya akan menjadi beban sebagian anggota kelompok. Demikian rata-rata pandangan  ASN BDK Surabaya.(12/01/2018)



Menurut Lutfi, pemahaman terhadap rekan kerja sangatlah dubutuhkan bagi anggota kelompok, apalagi ketika ditugaskan ke daerah.”Ketika kita ditugaskan untuk menangani diklat di daerah  maka setiap anggota kelompok perlu memahami  tugasnya  dan memahami bagaimana karakter rekan kerjanya. Tanpa hal itu,  anatar anggota bisa jadi tidak kompak, sehingga dapat mengganggu keberhasilan kerja kelompok. Apalagi ada anggota yang  hanya mnegandalkan anggota lain, hal itu hanya akan menjadi beban pada kelompok,’ ujarnya.



Pernyataan senada disampaikan oleh Rofiq. Baginya ketika ASN ditugaskan untuk menangani diklat, apalagi di daerah, maka mereka harus siap bekerja sama dengan rekan kerja satu kelompok. “Di samping memahami apa yang harus dikerjakan,  setiap anggota kelompok juga perlu saling tenggang rasa antar teman, jika ada kesulitan perlu saling membantu, saling percaya dan  saling berkontribusi terhadap kesuksesan kelompok. Maka pemahaman terhadap rekan kerja sangat dibutuhkan dalam kerja kelompok,” terang Rofiq.



Bagi Tri Wahyono, kerja kelompok tidak hanya meyangkut masalah  siapa mengerjakan apa, namun juga berkaitan dengan hubungan interpersonal antar anggota. “ Hubungan interpersonal antar anggota kelompok perlu dijaga agar tugas kepanitiaan bisa berjalan lancar. Kita perlu memahami siapa yang kita ajak untuk bekerja dalam satu kelompok. Pemahaman tersebut ada jika kita  menjalin  hubungan interpersonal yang baik,” ujar Tri.


Pentingnya memahami rekan kerja dalam satu kelompok juga disampaikan oleh Sayyidatul Muthi’ah. “Memahami anggota kelompok adalah hal pertama yang harus kita lakukan. Pekerjaan kita akan terhambat  ketika antar rekan kerja kurang saling memahami. Bahkan, pekerjaan bisa kacau jika antar anggota kelompok sama-sama bersikap ingin menang sendiri dan egoisi.  Munculnya konflik hubungan antar teman biasanya muncul dari sikap yang kurang memahami,”  jelas Muthi’ah.(AF).