Berita


Redaktur Web
2019-03-25 10:37:34

BDKSURABAYA – Diklat di wilayah kerja (DDWK) kembali dislenggarakan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya di 9 wilayah kerja, yaitu di Sumenep, Tuban, Nganjuk, Pasuruan, Tulungagung, Trenggalek, Pamekasan, Jombang dan Madiun. DDWK tersebut terdiri dari Diklat Teknis Substantif (DTS) Penyuluh Agama Non PNS yang diselenggarakan di Sumenep, Tuban, Nganjuk dan Pasuruan; DTS Penilaian Pembelajaran yang dilaksanakan di  Tulungagung, Trenggalek dan Pamekasan, serta DDWK Pelayanan Publik Madrasah di Nganjuk dan Pasuruan. Kegiatan yang dibuka secara serentak oleh Kepala Kantor atau yang mewakili  tersebut bertempat di Kantor  Kemenag Kab. setempat (25/03/2019).


Dalam sambutan pengarahannya rata-rata Kepala Kantor Kemenag atau yang mewakili tersebut menyampaikan pentingnya kegiatan diklat untuk menunjang tugas dan fungsinya masing-masing. Mereka menjelaskan bahwa setiap Aparatur Sipil Negara perlu  terus menambah ilmu pengetahuan, baik melalui diklat atau kegiatan mandiri. Sumber ilmu pengetahuan saat ini sangatlah banyak, berbeda dengan bebrapa puluh tahun lalu.


Bagi peserta Diklat Penilaian Pembelajaran, Kepala Kemenag  menyampaikan bahwa diklat yang diikuti saat ini sangat bermanfaat, terutama dalam melaksanakan penilaian pembelajaran agar praktik penilaian pembelajaran di madrasah  sesuai dengan konsep dan fakta dalam aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Hal tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya guru yang profesional di madrasah.


Sedangkan pesan kepada peserta DDWK pelayanan publik, Kepala Kantor Kemenag menerangkan bahwa  salah satu fungsi  ASN sesuai dengan UU ASN No. 5 Tahun 2014 adalah sebagai pelayan publik. Sebagai seorang pelayan, maka ASN perlu memahami tugasnya sehingga mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat


Kegiatan yang ditangani oleh panitia penyelenggara dari BDK Surabaya dan pegawai dari Kantor Kemenag setempat tersebut akan berakhir pada 30 Maret 2019. (AF).