Berita


Redaktur Web
2018-08-16 13:21:22
BDK SURABAYA AKAN SELENGGARAKAN AKD DI 31 WILAYAH

SURABAYA – Analisis kebutuhan diklat (AKD) adalah sebuah proses yang  harus dilalui oleh lembaga diklat sebelum menyelenggarakan diklat. Dari kegiatan AKD akan diperoleh gambaran jenis-jenis diklat yangs ecara nyata dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan (stakeholder).  Untuk itu Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya akan mengadakan kegiatan AKD  di 31 wilayah kerja Kemenag Provinsi Jawa Timur. Bagi wilayah yang mempunyai 2 Kankemenag (Kab. dan Kota) akan dijadikan menjadi satu tempat sehingga   AKD akan dilaksanakan di 31 Kankemenag Kab dan Kota di Jawa Timur (16/08/2018).



Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya akan menugaskan 3 orang ASN pada tiap daerah.  Mereka  sudah membawa form  AKD, selanjutnya  akan diisi oleh 30 orang peserta AKD yang berasal dari Kankemenag Kab. dan Kota setempat. Dari isian tersebut akan diperoleh gambaran tentang kompetensi yang diutuhkan oleh ASN pada Kantor Kemenag tersebut.  Setelah data terkumpul dari 31 Kankemenag Kab dan Kota selanjutnya dapat dianalisis gap kompetensi yang terjadi sehingga dapat direncanakan jenis diklat yang sesuai untuk menjawab gap kompetensi yang ada.



Untuk penjadwalan pelaksanaan AKD tersebut adalah sebagai berikut.  Untuk Kankemenag Kab. Sidoarjo akan dilaksanakan tanggal 20 Agustus 2018. Kankemenag Kab. Gresik dan Kota Surabaya (21 Agustus 2018), Bangkalan, Bojonegoro, Jombang, Kediri dan Lamongan ( 20 sd. 21 Agustus ), Pacitan (19 s.d 21 Agustus), Malang, mojokerto, Nganjuk, Probolinggo, dan Tuban (23 s.d. 24 Agustus), Bondowoso dan Blitar (23 s.d. 25 Agustus), Tulungagung dan Jember (27 s.d 29 Agustus), Lumajang, Banyuwangi, Madiun, Magetan, Ngawi dan Ponorogo (27 s.d 29 Agustus), Batu, Pamekasan, Pasuruan, dan Sampang (30 sd. 31 Agustus), Situbondo, Sumenep dan Trenggalek akan dilaksanakan tanggal 30 Agustus s.d. 1 September 2018.



Dengan adanya kegiatan AKD tersebut diharapkan diklat yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Surabaya benar-benar sesuai dengan kebutuhan stakeholder sehingga mampu menjawab gap kompetensi yang ada pada ASN di wilayah kerja Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Hasilnya  ASN akan semakin kompeten dan profesional dalam bidangnya sehingga mampu melayani masyarakat dengan baik. (AF).